Beranda Contoh MC Kata Bijak Sambutan Tata Bahasa Puisi Sastra

Sambutan Kapolsek pada Acara pengajian | Danramil

https://kataestetika.blogspot.com/2019/11/sambutan-kapolsek-pada-acara-pengajian.html

Assalamu'alaikum Warohamtullaahi Wabarokaatuh.

Yang saya Hormati Danramil
Jajaran Muspika Kecamatan...
Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat.
Aparat Desa..
Para pemuda..
Dan Para Hadirin semuanya.

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالمَِيْنَ   وَالصَّلاَ ةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ اْلاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ   سَيِّدِنَا وَحَبِِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن  اَمَّابَعْدُ

Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang meberikan Rohmat, nikmat dan kesehatan pada kita semua, hingga pada hari ini dapat berkumpul dalam acara Pengajian Umum dalam rangka memperingati (Maulid Nabi/Isro'Mi'roj/Aakhirussanah/Tabligh Akbar/Sholawat Bersama/.....)
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar kita Muhammad SAW.

Para Sesepuh dan para Alim Ulama  serta Tokoh masyarakat yang saya Hormati..
Dihari yang cerah dalam acara yang mulia ini, dengan segala hormat saya berdiri didepan Para Sesepuh dan para Alim Ulama  serta Tokoh masyarakat, sekaligus ingin berterima kasih kepada anda sekalian yang aktif berperan membina masyarakat, dengan proporsional sesuai profesinya masing-masing, contoh kecilnya adanya acara ini berarti bentuk dari keberlangsungan pembinaan yang kongkrit, kami dari jajaran Kepolisian maupun TNI sangat berharap kerjasama dengan baik guna memajukan warga masyarakat kita dalam menjaga stabilitas keamanaan, akhir-akhir ini terdengar berita ada saudara kita yang salah berfikir yang hendak mengganti Ideologi Pancasila, Masalah Radikalisme, Terorisme yang saat ini masuk pada lapisan masyarakat, peran Kami penegak hukum tidaklah maksimal jika tak ada campur tangan Bapak/Ibu sekalian, berlum lagi persoalan lainnya. 

Para hadirin yang saya hormati..
Saya selaku Kapolsek kec..... Kab... Sangat berterimakasih khususnya kepada panitia yang telah mengundang dan memberikan kesempatan untuk saya agar mengisi sambutan pada acara ini, hal ini sangat spesial menurut saya, karena dengan saya berdiri disini setidaknya Bapak/Ibu para hadirin Masyarakat Desa... Kec... Tahu seperti apa wajah saya, hehe... Adapun apa yang akan saya sampaikan sebagai pelengkap saja, lagi pula niat saya kesini tak lain adalah ingin mendapatkan siraman rohani karena Polisi juga Manusia sama seperti bapak/ibu para hadirin, yang tak luput dari kesalahan, makanya saya bersemangat memenuhi undangan panitia salah satunya adalah bertujuan untuk Ngecas (kalau handphone mah), Ngecas dengan ilmu agama dan mauidhoh khasanah.

Hadirin yang berbahagia..
Melihat kerumunan warga dengan menggunakan busana muslim seperti ini saya sangat senang melihatnya, terlibat kompak dengan wajah yang berseri-seri, apalagi para pemuda yang ganteng-ganteng itu (sambil menunjuk), saya harap Pemuda juga harus Meramaikan acara semacam ini, jadikan sebagai ajang silaturahmi agar kepedulian sosial keagamaan tetap kokoh, jangan lupa jaga keamanan lingkungan, contohkan pada yang lain bahwa kalian pemuda yang peduli akan lingkungan, keamanan dan menjaga kekompakan dalam hal positif. Jangan hanya bisanya cuman nongkrong, kebut-kebutan dijalan dan sebagainya itu sangat menggangu ketertiban warga masyarakat. Saya tanya pada Bapak/Ibu "Apakah Bapak/Ibu senang melihat para pemuda aktif pada acara semacam ini?" Jawabnya pasti senang.

Bapak/Ibu semua yang saya muliakan.
Salah satu menjaga keamanan, perdamaian, ketertiban, bukan hanya taat pada aturan, dengan acara-acara semacam ini juga dapat dikatakan bentuk dari nilai keamanan karena berkumpul dengan tujuan positif, alangkah lebih baik jika bukan hanya pada acara seremonial saja akan tetapi juga meramaikan masjid, mushollah, majlis ta'lim, para pemuda juga ikut mengisi dan andil didalamnya karena kalian adalah masa depan bangsa. Generasi penerus kita semua, jangan senang melakukan tindakan yang melawan hukum itu akan merugikan kalian, merugikan Keluarga, lingkungan, bahkan masa depan kalian, teruslah aktif dalam membangun kemajuan dan kemandirian, bermanfaat bagi Masyarakat, Nusa bangsa dan Negara.

Mungkin cukup itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini kurang lebihnya saya mohon maaf jika ada salah kata, saya akhiri sambutan ini dengan ucapan
Wassalamualaikum Wr Wb.

Sambutan Rapat Pembentukan Panitia Acara Maulid Nabi

Assalamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.


اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالمَِيْنَ   وَالصَّلاَ ةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى اَشْرَفِ اْلاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ   سَيِّدِنَا وَحَبِِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن  اَمَّابَعْدُ .


....(selanjutnya kalimat penghormatan, dan Pujian serta Sholawat kepada Nabi) buka disini Contoh Teks Kalimat Pembukaan Pidato, Sambutan, Ceramah, Khutbah..

Para hadirin yang saya hormati,
Pentingnya mengenang dan mempelajari arti dari sebuah kelahiran Nabi Muhammad di Bumi ini sangatlah penting, mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran akan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw, yang membawa cahaya kebenaran, keadilan, dengan memperkenalkan Islam kepada kita semua, karena sebaik-baik Contoh adalah Beliau kekasih Allah SWT, untuk itu kami atas nama lembaga (Yayasan, DKM Masjid, Organisasi, Instansi, Remaja Masjid, Jami'ah, Forum dsb.....) mengundang saudara-saudara untuk bermaksud membentuk sebuah kepanitiaan dalam rangka menyambut kelahiran baginda Nabi Muhammad Saw.

Mengenai hal-hal yang berkaitan pentingnya merayakan maulid Nabi Muhammad Saw, kenapa harus dilakukan sebuah kegiatan, dan kenapa mesti diselenggarakan, serta apa makna dari maulid itu sendiri, hal ini aan disampaikan oleh Ustadz..... setidaknya kita semua memiliki sebuah gambaran kecil mengenai pentingnya peringatan hari Lahir Nabi Besar Kita Muhammad. Saw, untuk selanjutnya kita membentuk sebuah tema acara, panitia, dan segala macam isi acara yang akan dilanjutkan setelah rapat kepanitiaan pembentukan panitia ini selesai.

Para hadirin dan undangan yang dimulyakan Allah SWT.
Kondisi dan situasi kebersamaan adalah sebuah jalinan yang sangat penting untuk kita jadikan ajang gotong royong, persaudaraan, dan saling menjaga satu sama lain, dengan adanya sebuah acara perayaan maulid nabi ini setidaknya ada sebuah makna yang terkandung dalam lingkup sosial kita demi menjaga rasa persatuan dan kesatua, Bhineka tunggal ika, khususnya bagi ummat Muslim, terkadang kita lupa akan banyak hal terutama dalam kaitan menjaklankan sebuah intisari agama, atau hakikat kebersamaan dalam beragama, sesama muslim tentunya, kita harus menjaga sebagai keluarga yang erat dan saling mencintai, nah dalam hal ini dan pada hari ini, di momen maulid Baginda Nabi besar Muhammad Saw, tersirat sebuah  pesan dan makna yang sangat dalam bagi kita semua, apa jadinya kita jika beliau tidak terlahir sebagai nabi, sebagai Orang pilihan, dan Islam mungkin tidak ada, dan tidak adapula penyempurnaan Akhlaq, untuk itu marilah bersyukur dengan penuh rasa penghayatan yang benar-benar dalam.

Para hadirin dan saudara-saudara sekalian.
Untuk memepersingkat waktu, kita langsung saja pada acara inti yakni pembentukan panitia perayaan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad Saw. Secara garis besar saya berikan gambaran dalam pembentukan panitia untuk mensukseskan acara tersebut antara lain :
  1. Membentuk Struktur Panitia.
  2. Tema Acara.
  3. Akomodasi, administrasi,
  4. Penentuan tanggal acara.
  5. Laporan Panitia.
Lima poin diatas setidaknya menjadi gambaran umum saja, detailnya akan dipaparkan oleh panitia yang terpilih, dalam rangka memaknai hari lahir Nabi Muhammad Saw, setidaknya kepada Kiyai, Ustadz,...... untuk memberikan tausiah kepada kita sekalian... kepadanya kami persilahkan, dan dimohon kepada hadirin untuk mendengarkan secara baik dan renungkan tausiyah beliau, agar mendapatkan sebuah hikmah dari apa yang hendak kita jadikan acara ini menjadi lancar, danm semoga tidak ada unsur atau golongan dan kelompok lain yang seolah-olah acara ini adalah acara yang diada-adakan dalam kaitan ibadah, untuk itu untuk meluruskan makna perayaan tersebut kita perlu sebuah wawasan yang dalam. 

Sekian dari Saya terima kasih atas perhatiaanya,
Wassalamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Demikian contoh Sambutan Rapat Pembentukan Panitia Acara Maulid Nabi yang bisa anda jadikan sebuah rujukan atau materi dalam rangka acara Sambutan Rapat Pembentukan Panitia Acara Maulid Nabi, di lembaga, instansi pemerintah, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, pusat, DKM, Remaja Masjid, Organisasi, Forum, Aliansi, Jam'iyah Ibu-ibu, jam'iyah agama, forum kajian, sekolah, mahasiswa, dan sebagainya. semoga bermanfaat. baca juga MC Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SawPidato Memperingati Maulid Nabi SAW

Hari Santri Nasional 22 Oktober || Pigura Photo Dp BBM

Seedar berbagi sekaligus mengingatkan bahwa santri adalah salah satu pahlawan yang sangat berperan besar dalam kemerdekaan Republik Indonesia, Dalam hal ini Nahdlatu Ulama (NU), mempelopori Hari tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, beberapa gambar gif bergerak dan Photo Frame, bingkai figura photo bertemakan Hari Santri Nasional, Hari Santri Nasional 22 Oktober || Pigura Photo Dp BBM

Hari Santri Nasional 22 Oktober

Hari Santri Nasional 22 Oktober

Hari Santri Nasional 22 Oktober

Hari Santri Nasional 22 Oktober



Hari Santri Nasional 22 Oktober || Pigura Photo Dp BBM


Hari Santri Nasional 22 Oktober

MC Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

Terlebih dahulu kumpulkan data siapa saja tokoh masyarakat atau pejabat yang datang pada acara ini sehingga dalam pembukaan atau muqaddimah kita bisa menyampaikan penghormatan awal.
Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatuh

Alhamdulillah, wash shalatu was salamu ‘alaa rasulillah, muhammad ibnu Abdillah, wa’la alihi wa ash-habihi wa man walah, amma badu:
Al Mukaromun para alim ulama yang senantiasa kami ta’ati. Wabil khusus bapak KH. ...............
Yang terhormat Bapak Camat Suka Makmur beserta
Yang terhormat Bapak Kepala Desa Suka Maju beserta perangkatnya.
Yang terhormat Panitia Penyeienggara Pengajian ‘Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW ini. 
Para tokoh masyarakat, sesepuh, penusepuh Desa Suka Maju, Segenap undangan, hadirin-hadirat yang berbahagia.

Alhamdulillahirabbil alamiin. Puja dan puji syukur sepatutnya kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Karena pada malam hari ini kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal afiat di tempat ini dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.Semoga kehadiran kita semua mendapat ridha Allah SWT. Amin.Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. yang telah mengeluarkan manusia dari zaman kegelapan yaitu zaman jahiliyah-kekafiran menuju cahaya kebenaran yang terang benderang, yaitu agama islam.

Saudara hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Sebagai pembawa acara dalam Peringtan maulid Nabi Muhammad SAW. Yang diselenggarakan oleh ..... ini, perlu kami bicakan susunan mata acara pada malam hari ini yaitu: 
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat-ayat suci A1-Qur’an
3. Pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW.
4. Sambutan ketua panitia penyelenggara
5. Sambutan Bapak Kepala Desa .......
6. Sambutan Bapak Camat ............
7. lstirahat - Iain-lain
8. Ceramah agama yang akan disampaikan oleh KH. ........... dari .............
9. Penutup/Doa.
Demikianlah susunan mata acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. pada malam hari Ini, semoga kita dapat mengambil hikmah dan teladan hidup Nabi Muhammad SAW baik perjuangan beliau hingga akhlak beliau yang sangat mulia sehingga menjadi uswatun hasanah.

Sebelum memasuki acara yang kedua yaitu Pembacaan ayat-ayat Suci Al-Qur’an, marilah kita buka terlebih dahulu acara ini dengan pembacaan Ummul Kitab (Surat Al-Fatihah). Ilaa hadrati nabbiyil musthofa , rasululillah muhammadin saw. Al-fatihah....
Terima kasih mudah-mudahan dengan bacaan surat Al-Fatihah tadi acara demi acara kita pada malam hari ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan apapun.

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
Melangkah pada acara yang kedua yaitu pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang akan dibacakan oleh ............. kepadanya dipersilahkan.(Sesudah qari’ selesai membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, MC kembali melanjutkan acara .........)
Kepada ....... ..kami sampaikan banyak terima kasih, semoga pembacaan ayat-ayat SUCI Al Qur an tadi mudah-mudahan membawa manfaat dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Amin.
Memasuki acara yang ketiga yaitu, pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW. yang akan dipimpin oleh yang terhormat Ustadz .... ..kepada beliau kami persilahkan.

Pembacaan Shalawat Nabi.
(Setelah pembacaan shalawat, MC kembali melanjutkan acara dengan menyampaikan terima kasih). Demikianlah tadi pembacaan shalwat Nabi Muhammad SAW. yang teiahdipimpin oleh ustadz ......... Kepadanya kami sampaikan banyak terimah kasih, semoga dengan bacaan shalawat tadi kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. semaknn bertambah, sehingga kelak kita termasuk golongan orang yang mendapatkan syafa’at beliau pada hari kiamat nanti. 

Hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia, melangkah ada acara selanjutnya yaitu sambutan ketua panitia penyelenggara. Dalam hal ini, akan disampaikan oleh yang bapak .......... kepada yang terhormat bapak ........... .. kami persilahkan. 

Sambutan Ketua Panitia
Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak........ yang telah menyampaikan sambutan atas nama ketua Panitia............. Sambutan yang kedua akan disampaikan oleh Bapak............ selaku Kepala Desa .......... kepada beliau kami persilakan.

Sambutan Kepala Desa
(Setelah acara sambutan panitia selesai MC kembali mengambil kembali acara dengan menyampaikan terima kasih, misalnya) Kepada Bapak ........ kami sampaikan banyak-banyak terima kasih. Atas partisipasi dan kehadiran bapak Kepala Desa/Lurah pada acara ini
Selanjutkan sambutan akan disampaikan oleh Bapak Camat ............ kepada bapak......... kepada yang terhormat Bapak .............. kami persilahkan.

Sambutan Camat
(Setelah acara sambutan Camat selesai MC kembali melanjutkan acara dengan menyampaikan terima kasih). Kepada bapak Camat.......... kami sampaikan banyak terima kasih. Atas Partisipasi serta kehadirannya pada acara yang mulia ini. terlebih dahulu untuk beristirahat sejenak Kepada rekan-rekan kami persilahkan untuk menyiapkan secuil jamuan dari kami.

Istirahat dan lain-lain
(Setelah waktu istirahat selesai, MC kembali melanjutkan acara) Bapak, lbu, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia.Kini sampailah kita pada yang kita tunggu-tunggu yautu acara inti Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. yaitu ceramah agama yang akan dnsampalkan oleh Al-Mukarom................ Kepada yang terhormat Bapak KH. kami persilahkan. 

Acara Inti, Ceramah Agama
(Setelah ceramah agama semelanjutkan acara) Demikian tadi uraian panjang lebar ceramah agama yang telah disampaikan Al Mukarom KH.............. . Mudah-mudahan kita bisa meneladani perjalanan dan akhlak junjungan kita yaitu Nabi Besar Muhammad SAW yang menjadi uswatun hasanah, diakui kehebatannya baik oleh kaum muslimin maupun non muslim.

Para hadirin yang terhormat, Acara demi acara telah kita lalui bersama dengan baik dan lancar, tibalah kita pada acara do’a dan penutup. Bapak, lbu, hadirin dan hadirat sekalian yang terhormat. Acara do’a akan dipimpin oleh yang terhormat bapak KH.............. ..namun sebelum do’a dimulai, kami sebagai pembawa acara apabila di sana-sini ada kekurangan dan kekhilafan maka kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Akhirnya, Wallaahul muwaffiq ilaa aqwamit thariq

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Untuk acara penutup/do'a kami serahkan kepada KH............. Kepada Beliau Waktu dan tempat kami persilahkan.

Sambutan Ketua Panitia Acara Maulud Nabi

Assalamu'alaikum War. Wb.

Yang saya Hormati, Bpk/Ibu, Camat, Kepala Desa, Kelurahan,
Yang saya Banggakan Jajaran Panitia
Yang saya Hormati para Undangan..
dan Para Hadirin yang Insya Allah dimulyakan Allah Swt.

Alkhamdulillah hirobbil'alamin, wabihi nasta'inu 'alaa 'umurid dunya waddiin wassholatu wassalamu 'alaa ashrofil ambiyaa iwal mursaliin amma ba'du.

Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji dan Syukur kita kepada Allah Swt' Karena pada sebuah kegiatan yang Mulia ini, yakni memperingati Hari Lahirnya baginda Nabi Besar Kita Muhammad Saw, betapa banyak rasa syukur kita kepada Allah Swt, yang telah memberikan Segala macam nikmatnya kepada kita semua sehingga kita semua dapat mengahadiri acara pengajian ini, husunya kami selaku panitia penyelenggara malam pengajian ini. Sholwat dan salam semoga terlimpahkan pada Nabi Muhammad Saw. Beserta Keluarga, shohabat, dan pengikutnya hingga pada kita sekalian.

Para Haridin yang kami muliakan.
Betapa banyak terima kasih kami kepada segenap masyarakat yang berpartisipasi, kepada semua jajaran panitia, dan semua yang telah mensukeskan acara mulid Nabi Muhammad Saw ini, semoga apa yang kita lakukan dan perbuat mendapatkan pahala dari Allah Swt, dan mendapatkan Hikmah yang besar daibalik perayaan hari lahir nabiana wahabibanaa Muhammad Saw. serta mendapatkan Syafaatnya di hari kiamat nanti. Amiin yaa Robbal 'alaamiin.

Kami selaku panitia sadar diri akan segala kekurangan yang kami sajikan kepada para hadirin, berkenaan dengan segala bidang yang bekaitan dengan acara ini, baik mengenai jamuan, hidangan yang tidak sesuai selera, ataupun suguhan acara yang mungkin tidak begitu meriah, namun kami telah mengupayakan dengan maksimal beserta rombongan panitia dan crew, akan tetapi keterbatasan kami selaku manusia biasa yang penuh dengan kekurangan dan keterbatasan, namun yang pasti apalah itu semua, yang terpenting adalah isi dari acara ini yakni menyambut hari kelahiran nabi kita Muhammad Saw.

Para Hadirin yang dimuliyakan Allah Swt.
Mengenai beberapa hal yang akan kami laporkan, terutama keuangan, akan kami rinci pada sebuah laporan pertanggung jawaban, dan kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan, tenaga, materi dari para hadirin dan masyarakat untuk acara ini, mungkin dari kami cukup sekian mengingat waktu dan pentingnya acara ini, kami ucapkan terima ksih kepada MC yang telah memberikan waktunya untuk kami menyampaikan sepatah kata ini, kami atas nama panitia penyelenggara kegiatan mohon maaf yang sebesar besaranya jika ada salah kata, dan terima kasih atas perhatiaanya, akhir kata kami ucapkan.

Wassalamu'alaikum War. Wb.

Pidato (Sambutan) Halal bihalal Idul Fitri

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Alkhamdulillahi rabbil 'alamin, Wa bihi nasta'iinu 'alaa umuuriddunya waddiin, wash shalatu was salamu 'alaa asyrafil anbiya i wal mursalin, wa 'ala aalihi wa ash-habihi ajma'in, amma ba'du:

Saudara-saudaraku yang saya mulyakan
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga saat ini tepatnya bulan Syawal kita berkesempatan menikmati kebahagiaan sehari-harinya sejak permulaan. Kebahagiaan yang kita peroleh dan kita rasakan tidak lain merupakan bukti kesucian jiwa yang telah sebulan lamanya digembeleng dengan melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan. Rasa gembira dan suka cita serta keikhlasan menyambut datangnya bulan agung itu, diwujudkan dalam kumandang gema takbir, tahmid dan tahlil yang mengiringi hilir mudiknya orang-orang yang memberi dan menerima zakat.

Kegembiraan dan kebahagiaan yang dirasakan pada hari ini menumbuhkan keinginan berkunjung pada saudara-saudara, kerabat, handai taulan untuk saling memaafkan dan saling mengucapkan selamat. Selamat atas kesempatan menikmati rahmat Allah yang tiada terhitung banyaknya. Memang meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat dapat dilakukan kapan saja diluar bulan Syawal, akan tetapi tidak melebihi kemantapan dan keagungannya jika dibandingkan dengan bermaaf-maafan pada bulan Syawal dalam kesempatan Idul Fitri. Hal ini disebabkan pengaruh kesucian jiwa, sehingga baik permintaan ataupun pemberian maaf pada saat 1tu benar-benar keluar dari hati yang bersih dan itulah syarat dikabulkannya permintaan maaf di sisi Allah. 

Sebagaimana telah menjadi kebiasaan kita pada Hari Raya Idul Fitri adalah melakukan halal bi halal atau bermaaf-maafan baik secara pribadi maupun secara keluarga atau berkelompok-kelompok. Semua itu kita lakukan tidak lain dimaksudkan untuk mencari ridha Allah. Para hadirin yang berbahagia. Dalam melaksanakan halal Bi halal atau saling memaafkan antar sesama, akan nampaklah ciri-ciri khasnya yaitu dengan berjabat tangan. Memanguluran tangan seseorang dalam saling berjabat tangan merupakan suatu bukti kehendaknya untuk lebih membersihkan dirinya dari noda dan kesalahan, sekaligus merupakan bukti eratnya rasa persatuan dan persaudaraan antar sesama. 

Untuk itulah agar terhapus segala noda dan dosa serta sebagai penyempurnyaan pelaksanaan ibadah puasa kita, hendaklah dalam Hari Raya Idul Fitri ini kita gunakan kesempatan ini untuk berhalal bi halal, berslilaturahmi, mengunjungi kerabat dan handai taulan untuk meminta dan memberi maaf. Sebagai bukti atas permintaan maaf seseorang yang merasa bersalah harus berusaha sedapat mungkin untuk tidak mengulang semua perbuatan yang dapat menceburkan diri kedalam lembah kesalahan dan dosa. Satu di antara usaha kita memperbaiki kesalahan ialah dengan cara meminta maaf, berhalal bi halal atau dengan bersilaturahmi. 

Dengan demikian untuk melakukannya tidaklah tertentu pada kesempatan Idul Fitri. Silaturahmi sebagai usaha perdekatan hubungan, merupakan tindakan mulia dan disenangi Allah sehingga oleh Rasulullah dijadikan ukuran menilai kebenaran iman seseorang. Sebagaimana sabda Nabi uhammad saw. yang artinya :
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka bersilaturahmilah.”
Demikianlah beberapa uraian yang dapat kami sampaikan dari beberapa keagungan bulan Syawal sebagai bulan halal, bulan silaturahmi yang penuh ampunan Tuhan. Atas nama (Pribadi, Keluarga, Saudara, Teman, Ketua Panitia, Kepala Desa, Ketua Karang Taruna.....), sekali lagi kami menyampaikan selamat datang kepada para hadirian sekalian. Demikianlah yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan ada guna dan manfaatnya bagi kita semua. Akhirul kalam.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pidato Menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Assalamu’alai-kum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara
kaum musl1m1n dan muslimat yang berbahagia.
Pertama-tama kita panjatkan puja dan puji syukur kehadlrat Allah SWT. karena telah memberi kita sebuah kenikmatan yang tidak terhingga sehingga kita masih bisa berkumpul kembali di tempat ini.
Dan semoga salam serta rahmat senantiasa terlimpah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. 

Para hadirian yang saya hormati.
Berbahagialah kita sekalian bahwa besok pagi, kita umat Islam di seluruh dunia akan menyambut dan merayakan suatu hari kemenangan bagi umat Islam, yaitu Hari Raya Idul Fitri setelah sebulan penuh menjalankan ibada puasa. Sebulan penuh kita telah diuji oleh Allah dalam menghadapi nafsu-nafsu yang sedang membelenggu di hati manusia. Kini telah tiba saatnya untuk memasuki hari keberhasilan dan kemenangan, yaitu suatu hari dimana Allah akan membersihkan serta mensucikan diri kita dari segala dosa dan kesalahan

Memang telah menjadi suatu hal yang di kalangan umat Islam bahwa setiap Hari Idul Fitri selalu dirayakan dengan penuh dan pada umumnya ditandai dengan silaturahmi antar sesama untuk memaafkan dan kesalahan yang pernah diperbuat. Oleh sebab itu hendaklah kita bersyukur kepada Allah SWT. Bahwa kita telah diuji selama satu bulan untuk menahan nafsu kita. Banyak sekali hikmah yang terkandung selama kita menjalani puasa di bulan Ramadhan.

Para hadirin yang berbahagia.
Memang bulan puasa adalah bulan yang penuh ampunan dan berkah. Banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Barangsiapa yang berdo‘a pada bulan puasa pasti akan dikabulkan dan barangsiapa yang meminta ampunan tentu Allah akan mengampuninya. Beruntunglah bagi kita umat Islam yang telah memperbanyak amalan-amalan dibulan Ramadhan, dengan memperbanyak tadarrus dan tarawih, mudah-mudahan dosa kita yang akan datang dan yang telah silam diampuni oleh Allah SWT. Dan mudah-mudahan amal ibadah puasa kita yang didasari oleh iman dan taqwa diterima oleh Allah SWT. Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, yang artinya :
“Banyak sekali orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus saja, karena tidak dapat menjauhi daripada larangan yang menghilangkan pahala puasa, misalnya mengumpat dan banyak bicara kotor atau pembicaraan yang tidak berguna lainnya.”

Para hadirin yang berbahagia.
Setelah kita mendapatkan pelajaran di bulan Ramadhan, maka kita sama-sama dapat merasakan bagaimana rasaunya apabila kita lapar, bagaimana rasanya kalau kita haus. Dengan hikmah tersebut maka timbullah dalam hati kita kasih sayang terhadap para fakir miskin. Agama juga telah mewajibkan kita untuk mengeluarkan zakat fitrah yang akan diberikan kepada fakir miskin dan semua yang berhak menerima agar dapat juga merasakan kebahagiaan pada hari kemenangan ini. Siapa lagi yang akan memikirkan nasib mereka jika bukan kita-kita yang mampu dan telah dikaruniai rezeki berlimpah oleh Allah. 

Tentunya menjelang Hari raya Idul Fitri ini, kita pasti telah mempersiapkan segala sesuatunya, Anda-Anda sekalian pasti sudah membeli pakaian, menyiapkan bahan makanan, seperti kue-kue dan hidangan lain untuk menyambut hari raya, dan bahkan ada juga yang telah pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama sanak keluarga di kampung. Dan tentunya dengan membawa oleh-oleh yang tidak sedikit. Tapi, jika Anda melihat para fakir miskin, siapa yang menyiapkan pakaian baru bagi mereka, karena mereka tidak memiliki uang untuk membelinya. Mereka juga tidak dapat membeli bahan makanan untuk merayakan Hari Kemenangan ini. Bahkan tidak sedikit anak-anak yatim yang tidak dapat merasakan kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri ini karena mereka tidak memiliki sanak keluarga yang dapat membelikan mereka pakaian baru atau berbagi kebahagiaan dengan mereka. Siapa lagi yang dapat membantu mereka semua jika bukan kita. Kitalah yang akan menanggung dosa jika kita mengabaikan hal itu. Allah telah berfirman:
“Apakah engkau tahu orang yang mendustakan agama? Ialah orang-orang yang tidak mau memikirkan anak yatim dan tidak memberikan makanan kepada fakir miskin.”
Para hadirin yang berbahagia.
Dengan menyambut Hari Raya Idul Fitri ini marilah kita kembali kepada fitrah yang sesungguhnya, sesuai yang ditentukan oleh agama kita yang suci dan memaafkan lahir serta batin. Kita hilangkan segala perasaan yang dapat merusak hati kita. Jalinlah tali silaturrahmi antar sesama sehingga terjalin persaudaraan yang harmonis, mempererat ukhuwwah Islamiyah yang selama-lamanya.

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pidato Dalam Rangka Memperingati Tahun Baru Hijriyah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Para hadirin yang kami hormati dan kami cintai.
Pertama-tama mari kita menuanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kita nikmat usia yang panjang sehingga pada malam hari ini kita masih dapat berkumpul bersama-sama disini.
Saat ini kita telah memasuki bulan Muharram, yang berarti kita telah meninggalkan tahun yang lalu dan kita telah melangkah ketahun yang baru yaitu tahun  Hijriyah. Sudah selayaknya pula dalam tahun yang baru ini kita harus merenungkan kehidupan kita selama satu tahun yang lalu. yang penuh dengan kebaikan dan keburukan senang dan sedih, keberhasilan lan kegagalan. Dengan merenung kita dapat mengambil sebuah motivasi bagi diri kita sebagai bekal untuk melangkah di masa-masa yang akan datang sehingga kita dapat terhindar dari siksa neraka dan juga terhindar dan kesulitan di dunia dan akhirat.

Berguru nada pengalaman masalah lalu adalah hal yang terbaik untuk memulai langkah di masa yang akan datang. Marilah pada tahun yang baru ini kita mengisi lembaran-lembaran kehidupan baru yang putih bersih dengan tinta emas. Di dalam suasana tahun baru ini kita semua harus senantiasa berusaha meningkatkan pengabdian kita kepada Allah Ta’ala. Apabila pada tahun-tahun yang telah lalu kita masih sering melakukan berbagai keburukan, maka marilah pada tahun yang baru ini kita perbaiki kekurangan-kekurangan tersebut dengan melakukan perbuatan baik yang sebanyak-banyaknya. Jika kita pada tahun yang lalu banyak melakukan kemaksiatan, maka pada tahun ini buanglah kemaksiatan tersebut dari diri kita dan tingkatkan amal shaleh kita.

Apa yang kita tunggu lagi pada tahun yang baru ini jika kita tidak memulainya dari sekarang? Apakah kita menunggu hingga ajal menjemput kita? Tentu saja tidak, bukan. Oleh sebab itu jangan suka menunda-nunda waktu, sebab kita tidak tahu kapan hidup kita ini akan berakhir. Gunakan waktu Anda sekalian dengan sebaik-baiknya, perbanyak mengerjakan amal shaleh, giat bekerja, giat belajar bagi pelajar dan mahasiswa dan tingkatkan amal ibadah kita dari pada tahun sebelumnya. Anda sekalian pasti sudah pernah mendengar, bahwa Waktu itu bagaikan sebilah pedang, jika Anda tidak menggunakan atau memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, pedang tersebut dapat melukai diri Anda sendiri, akan tetapi sebaliknya jika Anda mempergunakan pedangitu dengan sebaik-baiknya, tentu pedang itu a-kan banyak membantu Anda. Dalam menggunakan waktu, gunakan pedoman bahwa “waktuitu bagaikan emas”. Yang harus kita pergunakan dan tidak kita sia-siakan secara percuma.
Para hadirin sekalian yang saya hormati.
Allah telah menentukan umur setiap manusia, dan hal ini berarti bahwa umur kita bukanlah semakin bertambah panjang, tetapi umur kita semakin berkurang karena bertambahnya tahun berarti berkurangnya umur manusia. Oleh sebab itu selagi kita memiliki umur dalam kehidupan ini, kita pergunakan umur itu dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal shaleh sebagai bekal kehidupan setelah mati, atau kehidupan akherat yang kekal abadi.
Sekarang memang kita masih hidup, tetapi apakah kita sekalian tahu kalau kita juga hidup besok. Sekarang kita masih bisa menikmati tahun baru, tetapi apakah kita juga masih dapat menikmati tahun baru yang berikutnya. Hanya Allah Yang Maha Tahu akan semua hal tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut ada sebuah riwayat yang menerangkan bahwa pada suatu hari seorang anak khalifah Umar bin Khattab pulang dari sekolahnya dengan menangis. Ketika sang khalifah bertanya pada putranya, "Wahai anakku mengapa engkau menangis?" Sang anak menjawab, “Wahai ayahku, teman-temanku di sekolah sibuk menghitung tambalan bajuku dan selalu mengejek dengan ucapan seperti ini, "Lihatlah anak Amirul Mukminin ini, bajunya penuh dengan tambalan. ”Mendengar pengaduan anaknya tersebut, timbullah rasa kasihan dalam hati khalifah terhadap anaknya. Oleh karena itu kemudian beliau mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan negara yang isinya meminta agar beliau dipinjami uang sebanyak empat dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan agar dipotong. Kemudian bendaharawan negara itu mengirim surat jawaban yang isinya sebagai berikut,“Wahai Khalifah Umar, apakah Anda dapatmemastikan bahwa Anda akan hidup hingga bulan depan? Bagaimana kalau Anda mati sebelum melunasi hutang Anda? Apa yang Anda perbuat terhadap hutangmu dihadapan Allah? "Membaca surat dari bendaharawan negara tersebut Khalifah Umar menangis, kemudian beliau berkata pada anaknya, “Wahai anakku, berangkatlah kesekolah sebagaimana biasanya, karena aku tidak dapat memperhitungkan umurku walaupun hanya satu jam".
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Keterbatasan usia manusia tidak dapat diramalkan oleh siapapun, hanya Allah SWT. yang mengetahui dan menentukan umur manusia. Oleh sebab itu, sebaiknya kita segera sadar akan kenyataan tersebut dan bersegeralah mengerjakan perbuatan amal sebanyak-banyaknya. Tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. 
Demikianlah sambutan yang dapat kamisampaikan pada kesempatan yang berbahagiaini, semoga memiliki manfaat bagi kita semua.Marilahflkita sambut tahun baru ini dengan meningkatkan ketaqwaan kita Kepada Allah SWT, dan semoga kita termasuk kedalam golongan-golongan orang yang mensucikan diri dan dicintai Allah SWT. Amiin.. yaa Robbal 'alamiin. Akhir kata saya ucapkan Wallahul Muaffiq Ilaa Aqwamitthoriq.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pidato Sambutan Peringatan Hari Nuzulul Qur’an

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara kaum mulimin dan muslimat yang kami mulyakan.

Marilah kita bersama-sama mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT. karena pada malam hari yang suci ini, tepatnya pada tanggal 17 buan Ramadhan, Allah masih melimpahkan rahmat kepada kita semua hingga masih bisa berkumpul bersama ditempat ini untuk memperingati malam Nuzulul Qur’an atau malam turunnya Al-Qur’an. 

Semoga pula, salam dan rahmat senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. yang telah merima wahyu Illahi berupa Kitab suci Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan di Gua Hira. Al Qur’an diturunkan kepada Nabi BesarMuhammad saw. untuk diajarkan kepada seluruh umat manusia di dunia. Al-Qur’an adalah sebuah pegangan hidup bagi umat manusia, juga merupakan petunjuk atau tuntunan hak bagi segenap umat manusia dalam menjalani kehidupanya di dunia ini agar dapat memperoleh kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan di dunia dan akherat. 

Dengan selalu berpedoman kepada kitab suci Al-Qur’an, insya Allah kita akan selalu bertaqwa kepada Allah dan selalu dipelihara oleh-Nya dari segala keburukan dan kejahatan dunia, dijauhkan dari segala yang dilarang oleh agama serta selalu mendapatkan limpahan rahmat dari Allah SWT.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara kaum mulimin dan muslimat yang kami mulyakan.

Al Qur’an adalah sebuah kitab suci yang paling lengkap di dunia, karena di dalam Al Qur’an dimuat konsep hidup manusia di segala bidang, di dalamnya juga termuat jawaban dari segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia didunia. Al Qur’an juga menjelaskan tentang persamaan derajat manusia dihadapan Allah SWT. Didalamnya juga diterangkan tentang hubungan-hubungan yang sangai penting dalam kehidupan ini, antara lain hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam1ingkungannya dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Tidak ada satu kitab pun di dunia ini yang lebih lengkap dibandingkan Al Qur’an.

Mudah-mudahan dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an ini betul-betul mampu menggugah kesadaran sauara-saudara sekalian tentang arti pentingnya Al Qur’an dalam kehidupanini, dan semoga saudara-saudara sekalian mampu mengambil inti petunjuk yang terkandung dalam Al Qur’an. Untuk lebih jelasnya tentang arti pentingnya Al Qur’an dalam kehidupan kita, ada baiknya kita nanti mengikuti ceramah agama yang akan dibawakan oleh ustadz ................. 

Kami merasa bangga dan gembira atas kehadiran bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian yang tidak merasa lelah untuk datang ke tempat ini mendengarkan ceramah Nuzulul Qur’an yang akan disampaikan sebentar lagi. Akhirnya tidak lupa kami sampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada samua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara moril maupun materil demi terlaksananya malam peringatan Nuzulul Qur’an ini. Semoga jerih payah dan amal baik bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara dapat diterima oleh Allah SWT. Amin.

Dan selanjutnya, marilah kita mendengarkan ceramah yang akan kita nanti-nantikan. Demikianlah sambutan saya kali ini, jika adakurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pidato Memperingati Maulid Nabi SAW

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamii, wabihi nasta’iinu ‘alaa umuriddunya waddiin, wash salamu ‘alaa asyrafil ammbiyai wal mursalin, wa’ala aalihi wa ash-habihi ajma’in, amma ba’du.

Saudara, hadirin dan hadirat yang berbahagia. 
Kita telah kembali memasuki bulan Rabi'ul Awwal, bulan yang sangat bersejarah yaitu bulan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW atau Maulid Nabi besar Muhammad SAW. yang tepatnya jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal.

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, telah menjadi tradisi umat Islam sejak dulu hingga sekarang,wa1aupun dengan cara dan bentuk yang berbeda-bea, namun tetap dalam konteks dan semangat yang sama yaitu mencintai dan meneladani Rasulullah SAW. sebagai Rasul terkhir dan yang termuliadi antara para rasul sebelumnya. Beliau datang dengan membawa agama Islam, sebagai agama yang sempurna kebenarannya, yang membenarkan dan menyempurnakan agama-agama yang dibawa oleh para nabi, utusan Allah sebelumnya, agar dijadikan pegangan bagi para hamba-Nya dalam perjalanan hidup menuju keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Saudara, hadirin dan hadirat yang berbahagia. 
Kiranya dapatlah kita ilustrasikan mengenai situasi dunia secara umum menjelang diutusnya Rasulullah SAW. adalah dalam keadaan kacau balau(chaos) dalam segala bidang kehidupan, baik di bidang politik,ekonomi, maupun sosial budaya. Sekalipun jauh sebelumnya telah berdiri dengan megahnya kerajaan Romawi di benua Eropa yang dilandasi oleh ajaran-ajaran agama Kristen, yang telah berhasil mencapai puncak kejayaannya, tetapi mulai abab ke V Masehi, kejayaan itu mulai suram dan terus memudar redup dan padam.

Sementara kondisi di benua timur, baik dalam kerajaan Persia maupun di negeri-negeri Tiongkok, India dan lain sebagainya, yang sebelumnya populer sebagai pusat kebudayaan, ilmu, filsafat lain sebagainya, cahayanya sudah mulai memudar dan redup serta mengalami kemunduran secara tajam. Agama Budha di Tiongkok tidak dapat mempertahankan nilai-nilai peradaban yang telah maju berkembang sebelumnya. Agama Brahma di India, telah memupuk benih-benih perbedaan dan perpecahan di kalangan pengikut-pengikutnya, lebih-lebih dengan ajarannya yang membagi manusia menjadi empat kasta, yaitu: Kasta Brahma (kelompok pemimpin-pemimpin agama dan pendeta-pendeta); Kasta Kesatria (golongan perwira dan angkatan perang); Kasta Weisya (golongan pedagang petani, dan tukang-tukang); Kasta Sudra (Golongan para hamba, pelayan dan orang-orang gembel).

Sedangkan, situasi di benua Arabia pada waktu itu, juga dalam kemerosotan moral yang luar biasa, yang dalam sejarah Islam lebih dikenal dengan zaman jahiliyah. Antara satu suku dengan suku ug lain saling bermusuhan dan berperang. Agama Yahudi dan Nasrani yang sebelumnya telah berkembang di benua Arab tak lagi mampu menahan laju kemerosotan moral itu. Di bidang politik, etika perpolitikan telah diinjak-injak, sehingga kekuasaan dan kepemimpinan didasarkan atas kekuatan okol dan fisik serta kesewenang-wenangan, tidak lagi menggunakan akal dan kecerdasan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Di bidang ekonomi, terjadi penghisapanbesar-besaran terhadap golongan yang lemah oleh golongan yang kuat dan kaya. Di bidang sosial terjadi diskriminasi yang sangat tajam. Karena kondisinya yang sedemikian parah tersebut sehingga ahli sejarah mengistilahkan zaman itu dengan abad kegelapan (dark ages).   

Saudara, hadirin dan hadirat yang berbahagia. 
Muhammad SAW. diutus oleh Allah sebagai Rasul terakhir, ketika situasi dunia yang sekilas tergambar tersebut di atas, untuk menolong dan memperbaiki umat manusia dari kehancuran yang sedemikian parah itu. Dalam waktu yang relatif singkat kurang lebih selama 23 tahun, Nabi SAW. telah mampu melakukan perubahan-perubahan mendasar, baik di bidang akidah, akhlak, politik dan sosial  ekonomi, tentu setelahbeliau menelan pahit getirnya perjuangan dibawah situasi kejahiliyaan dan tekanan-tekanan serta ancaman-ancaman yang luar biasa kejam dan biadabnya dari kaum kafir Quraisy.

Sebagai utusan Allah yang terakhir, Nabi Muhammad mengemban amanah suci, sebagai wujud nyata dari sifat Rahman dan Rahim Allah terhadap para hamba-Nya, bahkan merupakan penyempurna dari semua kenikmatan yang telah diberikan-Nya, kepada sekalian penghuni alam. Allah SWT. berfirrian: "Dan tiadalah Karni mengutus kamu, melainka untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. A1-Anbiyaa': 107)

Sebagai Rasul terakhir, penyempurna para Nabi sebelumnya tentu Muhammad SAW. merupakan manusia paripurna (al-insanul al-kamil),yang pada dirinya terletak untaian mutiara hikmah sebagai obor penerang dalam hidup dan kehidupan sekalian penghuni alam, yang mengeluarkan manusia dari gelap gulita kekafiran menuju cahaya kebenaran, yaitu dinul Islam yang diridai Allah swt.

Sudara, hadirin dan hadirat yang berbahagia. 
Di Bidang Akhlak Nabi SAW. telah menanamkan perobahan di akhlak yang terpuji (akhlaqul karimah), yang meliputi nilai-nilai budi pekerti yang luhur dan terpuji, seperti menanamkan sifat-sifat kejujuran, penyantun memenuhi hak dan kewajiban, suka berbuat baik, berani membela yang benar, sabar dan sifat-sifat terpuji yang lainnya. Pada dasarnya akhlak yang ditanamkan Rasulullah saw. adalah A1-Qur'an itu sendiri. Dengan kekokohan bangunan akhlaqul karimah yang telah dibangun oleh Nabi Muhammad saw. itu, lambat laun sifat-sifat, yang tercela yang semula mendarah mendaging itu terlepas dan tergusur dari realitas kehidupan.

Di antara rahasia kesuksesan beliau melakukan perubahan di bidang akhlak ini ialah, karena beliau bukan hanya mengembangkan ajaran-ajaran moral itu saja, tetapi terlebih dahulu beliau memperaktekkan dalam kehidupan pribadi beliau. Sehingga hal itu menjadi suri tauladan yang sangat menarik untuk diikuti oleh orang-orang yang ada disekeliling beliau pada mulanya, dan umat manusia pada perkembangan selanjutnya.
Sungguh akhlak Rasulullah Muhammad saw. adalah sangat tinggi dan mulia, sehingga Allah sampai memuji ketinggian akhlak beliau itu. Sebagaimana yang ditegaskan dalam ayat: "Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Q: Al-Qalam: 4).

Nabi Muhammad SAW. dalam segala hal selalu mengedepankan nilai moral yang tinggi, karena memang dari sinilah eksistensi sosial manusia sebagai makhluk yang paling mulia di antara makhluk-makhluk yang lain terjaga. Untuk itulah Nabi SAW. diutus, sebagaimana sabda beliau: "Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah.sebagai Rasul),untuk menyempurnakan budi pekerti yang luhur."

Saudara, hadirin dan hadirat yang berbahagia. 
Sebagai kaum yang benar-benar mengaku sebagai umat Muhammad SAW., kita harus senantiasa taat dan tunduk akan syari'at dan ajarannya. Dalam  kesempatan memperingati hari-hari bersejarah semacam ini hendaklah kita niatkan sebagai bukti syukur atas anugerah Allah yang telah menunjukkan jalan keselamatan bagi kita melalui utusan-Nya; juga hendaklah kita niatkan sebagai penghormatan atas kecintaan kepada beliau, dengan tujuan agar lebih banyak lagu memperoleh suri tauladan dan kisah perjuanganbeliau untuk kita terapkan dalam perjalanan hidup kita sehari-hari dan agar mendapatkan syafa'at beliau.

Sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi SAW. yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa yang mencintai sunnahku, maka sungguh ia telah mencintai dan barangsiapa yang mencintai aku, maka ia akan bersamaku di dalam surga." Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Aisyah R.A. juga dibutkan: "Barangsiapa yang mencintai Rasulullah SAW., tentu ia memperbanyak bershalawat kepada Nabi SAW. sebagai buahnya adalah memperoleh syafa'at beliau dan dapat menyertai beliau di dalam surga."

Saudara, hadirin dan hadirat yang berbahagia. 
Demikianlah, Pidato yang dapat saya sampaikan dalam rangka memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW. Mudah-mudahan ada guna dan manfaatnya. Mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafannya.
Wallahul muwaffiq ilaa aqwamit thariq, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pidato Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Saw

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wa bihi nasta'iinu 'alaa umuuriddunya waddiin, wash shalatu was salamu 'alaa asyrafil anbiyai 'al mursalin, wa 'ala aalihi wa ashabihi ajma'in, amma ba'du :    

Saudara, hadirin dan hadirat yang saya hormati. 
Pertama-tama perkenankan saya mengajak para hadirin dan hadirat sekalian, marilah kita bersyukur kepada Allah swt. atas rahmat, taufiq dan petunjuk-Nya, kita pada malam hari ini dapat berkumpul dan bertemu muka di tempat ini dalam rangka memperingati peristiwa besar yang pernah dialami Nabi Muhammad saw. yaitu Isra' Mi'raj Nabi saw.    

Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw. itu terjadi di bulai Rajab, tepatnya tanggal 27 Rajab. Perjalanan itu dimulai dan Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Jerussalem (Palestina), di malam hari. Selanjutnya perjalanan beliau dilanjutkan ke tujuh pelata langit, hingga ke Sidratul Muntaha, diteruskan hingga ke Mustawa, suatu tempat yang tidak bisa dijangkau oleh kecanggihan teknologi manapun. Sutu pelataran yang tidak diketahui hakekatnya oleh siapapun kecuali Nabi saw. bersama Allah swt. kemudian beliau kembali lagi ke Masjidil Haram. Pada Malam itu Allah swt menampakkan cahaya Dzat-Nya di hadapan Rasulullah saw. seraya, melimpahkan samudera karunia dan kenikmatan-Nya, dalam tempo yang sangat singkat.

Peristiwa Isra' Mi'raj yang begitu penting dan monumentalitu, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Isra' berikul ini: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nyapada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."(QS. Al-Isra': 1).

Saudara, hadirin dan hadirat yang saya hormati. 
Puncak tertinggi dari perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw. adalah menghadap pada wajah Allah Rabbun Jali. Kiranya dapatlah kita ilustrasikan, bahwa di dalam sebuah perjalanan kehormatan yang sangat penting, biasanya di akhiri dengan suatu peristiwa yang sangat mantap di dalam hati sanubari yaitu menghadap (audence) pada kepala Negara dari negeri yang dikunjungi, sebagai pemegang puncak kekuasaan dalam negeri tersebut. Begitu pula perjalanan Nabi saw. yang begitu misterius dan begitu monumental yang sangat tinggi nilainya, maka peristiwa itu diakhiri dengan peristiwa puncak dari segalanya, yaitu audience menghadap secara langsung kepada Allah swt. Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, di suatu tempat yang paling luhur yang dinamakan dengan Sidratul Muntaha, di dalam selubung suasana suci dalam lautan cahaya keagungan Ilahi yang tidak diketahui tempat dan waktunya, pertemuan yang sakral dan penuh syahdu antara Rasul terkasih, Muhammad saw. bersama Tuhannya, Allah Rabbun Jali. Muhammad diberi kesempatan melihat Allah swt. secara langsung, di suatu tempat dansituasi yang tidak dapat digambarkan oleh manusia, yang hanya diketahui oleh Rasulullah saw, sendiri bersama Allah swt. Dalam dialog suci dengan Tuhannya itu, beliau menerima perintah shalat lima waktu dalam sehari semalam. Perintah shalat ini, berbeda dengan perintah ibadah-ibadah yang lain, karena shalat diterima oléh beliau secara langsung dari Allah swt. dalam suasana suci, sakral dan sangat agung.

Saudara, hadirin dan hadirat yang saya hormati. Peristiwa isra' Mi'raj Nabi saw. itu menjadi ujian berat bagi umat Islam di kalangan para sahabat pada waktu itu. Perdebatan sengit pun terjadi, sampai ada di antara mereka yang sampai murtad karena apa yang dialami Nabi saw. itu dianggap tidak masuk akal dan mustahil terjadi. Sementara sebagian yang lain mempercayai dengan penuh hati apa yang dialami Nabi saw. itu. Bagi kelompok sahabat orang kedua ini, iman mereka semakin kokoh dankuat. Sedangkan orang-orang kafir tidak hanya mengingkari apa yang barudialami Nabi saw. bahkan menuduh Muhammad telah benar-benar gila.

Peristiwa Isra' Mi'raj ini, hendaklah mampu menggerakkan renungan kita mengenai corak intelektualitas kita dan apa yang selama ini kita jadikan sebagai ukuran dalam menilai suatu kebenaran. Hal ini menjadi penting kita lakukan untuk menjaga keimanan kita agar tidak terjadi kegoncangan dan pengikisan.

Sebagai manusia kita harus menyakini dengan penuh kesadaran akan kemahakuasaan Allah swt. sehingga kita sadar betul akan posisi kita sebagai makhluk yang sangat lemah dan memiliki banyak keterbatasan. Karena manusia memiliki kecenderungan menyombongkan intelektualitasnya, merasa serba tahu dan serba bisa. Padahal apa yang telah diketahui itu hanyalah sedikit, sementara terhadap apa yang berada di luar jangkauan akal mereka yang sangat terbatas itu, mereka tidak mempercayainya. Sampai saat inipun ada sebagian manusia yang hanyamempercayai hal-hal yang rasional dan dapat dijangkau oleh indera dan akal mereka saja. Sedangkan hal-hal gaib yang tidak terjangkau oleh akal pada keberadaannya telah diinformasikan oleh Nabi saw. pasti adanya, mereka menerimanya dan mempercayainya dengan setengah setengah atau bahkan mengingkarinya sama sekali.

Ketika seseorang telah sampai pada pola pikir seperti itu, tanpa sadar sebenarnya mereka telah berada pada tingkat keimanan yang, sangat tipis atau bahkan lenyap sama sekali. Mereka tidak lagi menyadari, sebagai muslim sesungguhnya seharusnya memilih keyakinan yang kokoh dan kuat terhadap hal-hal yang bersifat gaib yang telah diinformasikan oleh Al-Qur'an yang tak mampu disentuh dan dijangkau oleh akal mereka. Terhadap orang-orang yang berpola pikir seperti itu, sesungguhnya telah disebutkan di dalam Al-Qur'an. Allah swt. berfirman yang artinya: "Dan apabila dikatakan (kepadamu), sesungguhnya janji Allah itu adalah benar dan hari kebangkitan itu tidak ada keraguan padanya. Niscaya kamu menjawab kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak menyakininya."(Q A1-Jatsiyah: 32).

Pola pikir semacam itu terbentuk, akibat sikap apriori terhadap sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh nalar. Sehingga hanya kekuatan dan kemampuan akal yang dijadikan tolak ukur dalam menilai kebenaran sesuatu. Padahal sesungguhnya Allah telah menegaskan, apapun yang diberitakan Al-Qur'an itu, sedikitpun tidak mengandung.

Saudara, hadirin dan hadirat yang saya hormati. 
Dengan memperingati peristiwa Isra' Mi'raj Nabi saw. ini, keimanan kita semakin kuat dan mantap, amin. Akhirnya, terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafannya.

Billahitaufiqwal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahin wabarakatuh.

Pidato Menyambut Tahun Baru Hijriah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wa bihi nasta'iinu 'alãa umuuriddunya waddiin, wash shalatu was salamu 'alaa asyrafil anbiyaimursalin, wa 'ala aalihi wa ash-habihi ajma'in, amma ba'du:

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia. 
Sebentar lagi, tinggal menunggu hitungan menit demi menit kita akan memasuki tahun baru Hijriah. Setelah kita sejenak menengok ke belakang melakukan evaluasi dan introspeksi diri, seberapa jauhketaatan yang telah diperbuat selama masa satu tahun berlalu. Apakah kebaikan dan amal saleh yang telah kita lakukan selama ini lebih banyak daripada keburukan dan kemaksiatan, atau masih sebanding antara keduanya, atau justru sebaliknya. Dengan melakukan evaluasi dan introspeksi cara cermat dan teliti mengenai amal perbuatan kita selama ini, tentu kita menjadi tahu, apakah kita termasuk orang yang beruntung, atau sebaliknya justru menjadi orang yang merugi, buntung dan bahkan celaka. Kemudian kita melakukan pertobatan, meninggalkan keburukan dan kesalahan, kita berusaha bangkit untuk memperbaiki diri melakukan aktivitas kesalehan yang berguna bagi diri, masyarakat, agama, nusa dan bangsa. 

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia. 
Dalam memasuki lembaran baru ini, marilah kita susun langkah-langkah strategis untuk meraih masa depan yang lebih baik dan gemilang dalam naunganridha Allah swt. Ada beberapa hal yang kiranya penting untuk kita jadikan sebagai pegangan dalam menapaki kehidupan lembaran tahun baru yang semakin banyak tantangan, cobaangodaan juga semakin ketatnya persaingan dalam setiap lini kehidupan, di antaranya ialah:
Pertama: Memperteguh keimanan dan memaknaib kehidupanini dengan penuh nuansa kesalehan dan kebaktian kepada Allah swt. Dengan begitu insya Allah kehidupan kita akan damai dan sejahtera dalam naungan rahmat dan ridha Allah swt. Perhatikan firman Allah swt.:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kita merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembira dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu." (QS. Fushshilat: 3).

Saudara, hadirin dan hadirat yang berbahagia. 
Kedua: Bekerja dan beramal. Kita diperintahkan untuk bekerja dan selalu berusaha agar apa yang kita inginkan dan dicita-citakan dapat tercapai. Kiranya tidak ada sesuatupun di dunia ini yang diperolehnya dengan tanpa melalui proses bekerja dan berusaha. Karenanya, hendaklah kita terus berusaha dan bekerja dengan baik dan sungguh-sunggu Perhatikan ayat dan sabda Nabi saw. berikut ini:
"Dan katakanlah: Bekerjalah kâmu niaka Allah dan Rasul-Nya orang-orang mukmin akau nielihat pekerjaanmu itu,..." (QS. At-Taubah: 105)
Secara tegas Allah menyatakan dalam firman-Nya, akan memberikan kehidupan yang baik dan sejahtera bagi orang beriman yang mau beramal atau bekerja secara baik dan sungguh-sungguh. Sebagaimana dalam ayat berikut ini yang artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahi: 97)
Dinyatakan pula dalam hadis bahwa Nabi saw. bersabda "Bekerjalah untuk kehidupan kamu di dunia, seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya dan beramallah untuk akhiratmu, seakan-akan kamu akan mati esok hari."
Saudara, hadirin dan hadirat yang berbahagia.
Ketiga: Memandang ke depan dengan penuh optimisme, tanpa mengenal putus asa, selalu berharap akan rahmat Allah swt. yang amat luas. Sebagaimana firman Allah swt.: "Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu, maka akanAku tetapkan rahmatku untuk orang-orang yang bertakwa yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat-Ku." (QS. A1-A'raf: 155).

Sebagai umat Islam kita tidak boleh berputus asa, hidup memang penuh tantangan dan cobaan, semuanya harus dihadapi dengan kegigihan, keuletan dan kesabaran sehingga kita dapat melewati tantangan dan lulus menghadapi ujian untuk mencapai tataran yang Iebih baik. Tanpa adanya tantangan dan ujian seseorang tidak akan dewasa dalam hidupnya dan tidak akan mengalami pencapaian ke arah yang lebih baik. Islam secara tegas melarang berputus asa, sebagaimana firman Allah swt.: "Dan janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang yang kafir." (QS. Yusuf: 87).

Keempat: Berdoa, setelah usaha secara lahiriah telah kita lakukan dengan baik, maka kita tidak boleh mengesampingkan usaha batin dengan jalan berdo'a kepada Allah swt. agar apa yang kita harapkan dan cita-citakan dapat segera tercapai dengan baik. Allah swt.berfirman: "Dan Tuhanmu berfirman: Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu." (QS. A1-Mu'min: 60).

Kelima: Bersabar dan tawakal, usaha maksimal yang telah kita lakukan dalam melakukan kebaikan haruslah kita sertai tawakal kepada Allah swt. karena dengan begitu Allah akan memberikankecukupan akan keperluannya. Sebagaimana firman Allah swt.: “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. At-Thalaq: 3).

Saudara, hadirin dan hadirat yang berbahagia. 
Demikianlah, pidato yang dapat saya sampaikan dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Hijrah. Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan.
Hadaannallahu Wa iyyakum ajma’inwasssalamamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.