Beranda Contoh MC Kata Bijak Sambutan Tata Bahasa Puisi Sastra

Tetangga di surga || Kisah Islami || Cerpen Islam

Abu yazid Al Busthami adalah seorang yang dikenal rajin bermunajat kepada allah, karena keinginannya masuk surga. Hatinya senang, pikirannya seolah-olah melayang sampai ke arasy Tuhan.
“inilah tempat rosulullah, semoga aku kelak menjadi tetangganya surga,” bisik hati kecilnya. Ketika ia tersadar dari hayalannya, tiba-tiba tedengar suara menyeru.
“ada seorang hamba yang kelak akan menjadi tetanggamu di surga. Ia tinggal di negeri ini”, kata suara itu.
Terdorong hatinya untuk mencari sahabatnya yang kelak menjadi tetangganya di surga, abu yazid pergi mencari orang yang disebutkan itu. Ia berjalan kaki sejauh 100 farsah hingga sampai ke sebuah negri tempat orang yang disebutkan itu.
Ketika ia akan menjumpai orang itu, seorang lelaki menasehatinya. “mengapa engkau mencari orang  yang fasiq dan peminum arak itu. Padahal dari tanda-tanda di dahimu kau adalah seorang yang saleh”, ujarnya.
Mendengar nasehat itu,  hati yazid jadi termangu. Jika demikian, suara yang menyuruhku saat aku bermunajat itu adalah suara syaitan, mengapa aku harus menurutinya”, bisiknya didalam hati.
Tetapi ketika dia akan melangkahkan kaki untuk kembali, hatinya kembali termangu. “aku datang jauh-jauh kemari untuk menemui orang itu, aku tak akan pulang sebelum bertemu dengannya,” bisiknya dalam hati.
“dimana tempat orang itu”, tanya yazid.
“dia sekarang sedang mabuk-mabukkan di tempat ini” , ujar lelaki itu seraya menunjuk sebuah tempat.
Maka melangkahlah kaki yazid menemui orang yang disebutkan itu, benar juga, di tempat itu ia melihat 40 orang laki-laki sedang mabuk-mabukkan minum khamr, sementara orang yang dicarinya itu tampak duduk diantara mereka.
Begitu melihat kenyataan yang kontras dari apa yang disangkanya sebelumnya, abu yazid al busthami cepat membalikkan kaki hendak meninggalkan mereka, ia merasa kesal dan putus asa, tetapi seseorang memanggilnya.
“hai abu yazid, mengapa engkau tidak jadi masuk rumah ini, bukankah engkau jauh-jauh datang kemari hanya karena ingin  bertemu denganku? Katanya engkau mencari seorang tetanggamu di syurga kelak?” ujar lelaki itu.
Mendengar ucapan orang itu, hati abu yazid jadi masygul. Ia tak habis pikir bagaimana orang itu bisa mengetahui maksud kedatangannya, padahal ia belum menyampaikan isi hatinya.
“engkau begitu cepat meninggalkan  rumah ini tanpa mengucapkan salam, tanpa perjumpaan dan nasehat”, kata orang itu lagi yang membuat hati abu yazid jadi semakin tak mengerti dengan apa yang terjadi.
Dalam keadaan hati galau, abu yazid mulutnya seakan terkunci, tetapi ada pergulatan didalam hatinya.
“sudahlah abu yazid, kau tak perlu banyak berfikir dan merasa heran. Yang menyuruhmu datang kemari telah memberitahukan kedatanganmu kepadaku. Ayo masuklah kerumahku, duduklah barang sesaat”, ajak orang itu.
Dengan sedikit ragu, abu yazid menurutinya masuk ke rumah dan duduk diantara mereka yang sedang mabuk-mabukkan itu.
“hai abu yazid, masuk syurga jangan Cuma ingin enaknya sendiri, itu bukan sifat utama dan mulia dari seorang lelaki sepertimu. Dulu ada 80 orang fasiq yang suka mabuk-mabukkan seperti apa  yang engkau lihat  saat ini. Kemudian aku berusaha membiarkan mereka agar bisa menjadi teman dan tetanggaku kelak di syurga. Yang 40 sudah berhasil berhenti dari kefasiqan, dan kini tinggal 40 orang ini. Inilah tugasmu membinanya untuk bertaubat agar bisa menjadi tetanggamu kelak di syurga,” tegas orang itu.
Bagai disambar petir hati abu yazid mendengar ucapan orang itu. Hatinya merasa terpanggil mengikuti jejak orang itu. Dia bertekad harus bisamenyadarkan 40 orang fasiq itu sebagai tetangganya kelak di syurga.
Kepada 40 orang yang tengah mabuk-mabukkan itu, lelaki itu kemudian memperkenalkan bahwa orang yang datang itu adalah Abu Yazid Al busthami. Dia adalah sahabat mereka yang akan  mengajak mereka bersama-sama menjadi penghuni syurga. Dengan dakwah dan pembinaan khusus akhirnya 40 orang itu sadar dan bertaubat . mereka itulah tetangga abu yazid di syurga kelak.

Gugur dalam kesempurnaan iman || Kisah islami

Abu jahal, yang nama sebenarnya adalahAmmar bin Hisyam. Setiap hari selalu marah-marah karena budak-budaknya seorang demi seorang telah memeluk agama islam.
Tanpa rasa takut mereka melakukan didepan matanya. Bahkan ada satu keluarga budak Abu jahal yang seluruhnya menjadi pengikut rosulullah, mereka adalah Yasir dan istrinya, samiyyah, serta dua orang anaknya, Ammar dan Abdullah.
Pada suatu hari mereka dihadapkan ke depan pengadilan dengan tangan dan kaki terbelenggu.
“kalian memang keparat,” teriak abu jahal. “ Muhammad itu anak gila,, mengapa kalian ikuti? Jika ingin selamat, kalian harus menyatakan keluar dari islam !”
Keempat orang dalam satu keluarga itu diam saja, mulutnya komat kamit mengucapkan kalimah-kalimah tauhid.
“kalian memang bedebah! Dihadapanku masih berani  menentangku, mau minta tolong kepada siapa, hah?!” sambil berteriak-teriak, cambuk Abu jahal  melecut-lecut mendera keempat orang satu keluarga itu. “kalian mau minta tolong kepada  Muhammad? Ha ha ha... Dia tak akan sanggup  menolong kalian !”
Mereka tetap diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulut mereka  kecuali ucapan syahadat. Kemurkaan Abu jahal semakin memuncak. Cambuknya semakin deras menghantam tubuh mereka, namun sedikitpun mereka tak bergeming. Kemudian Abu jahal memerintahkan algojonya untuk memanggang tubuh mereka  diatas bara api, seperti orang membakar sate. Demikianlah keadaan keluarga yasir. Seorang demi seorang ditelentangkan diatas tempat pemanggangan , daging mereka melepuh dan bau kulit terbakar menusuk hidung.
Mendengar penyiksaan abu jahal atas keluarga yasir, Rosulullah datang menjenguk mereka, namun beliau tidak dapat berbuat apa-apa,  tak dapat menolong mereka. Mereka adalah budak orang lain dan pada saat itu belum turun ayat  yang menyatakan berperang.
Dengan meneteskan air mata, Rosulullah mendekati mereka  dan menggumam, “sabarlah, hai keluarga yasir. Ada saatnya nanti masa akan berubah, dan sesungguhnya didepanmu telah menanti surga yang dijanjikan.”
Kemudian Rosulullah mengangkat  kedua tangannya dan berdo’a:
“ya Allah , berilah kelapangan jiwa bagi keluarga yasir,”
Abu jahal  dan anak buahnya tertawa tergelak-gelak   dan setelah rosulullah pergi  ia berkata:
“Hahaha.... kalian lihat, junjunganmu yang kau agung agungkan ternyata pergi begitu saja, tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menolongmu. Hahaha.....” kata Abu jahal.
Setelah dipanggang terus menerus , akhirnya Yasir tak tahan lagi menerima  siksaan itu, maka gugurlah dia. Ketika mayatnya diangkat, tubuhnya menghitam karena terbakar. Ammar hanya menundukkan kepala, sedih dan bangga menyaksikan kematian ayahnya.
Kemudian menyusul Abdullah, saudara Ammar, badanya yang sakit –sakitan tak kuat lagi menahan siksaan yang diluar batas itu, akhirnya diapun wafat. Namun pada detik terakhir dia sempat tersenyub, tanda keteguhan imannya.
Melihat hal itu abu jahal semakin gusar. “keparat! Setan iblis, disiksa sedemikian rupa  masih juga keras kepala. Hm, baiklah !” teriaknya. “angkat samiyyah, perempuan keparat itu!”
Para anak buah abu jahal mengangkat tubuh samiyyah dan didudukkan , sementara itu Ammar masih dipanggang dengan hebatnya.
“kalau kau mau keluar dari agama muhammad , Ammar yang hampir mampus  itu akan kulepaskan , “ kata abu jahal kepada samiyyah.
“urusan Ammar adalah urusannya sendiri. Dia punya  tanggung jawab kepada Allah, sebagaimana
Aku juga punya tanggung jawab terhadapNya. Apapun yang aku perbuat tidak ada sangkut pautnya dengan dia, juga sebaliknya apapun yang dia perbuat tak ada sangkut pautnya dengan diriku,” jawab samiyyah dengan tenang, meskipun tubuhnya menahan rasa sakit yang hebat.
“Terkutuk ! binatang perempuan keparat !” serapah abu jahal. “kembalilah kepada agama latta dan uzza, jiwamu nanti akan selamat. Kalau tidak....
“mengapa kalian buang-buang waktu dan tenaga saja.” Kata samiyyah. “ jika kalian ingin membunuhku, silahkan. Sampai matipun aku akan tetap menjadi pengikut muhammad.”
“jika demikian mampuslah kalian !” teriak abu jahal seraya memberi isyarat kepada anak buahnya.
Maka terjadilah peristiwa yang mengerikan, peristiwa yang tak akan sanggup sejarah untuk mencatatnya. Samiyyah ditelanjangi bulat-bulat. Tubuhnya yang bugil disurukkan kedalam pasir yang panas karena terik matahari. Setelah mengalami penyiksaan itu, abu jahal kemudian mengambil sebilah pedang. Masya allah, pedang itu ditusukkan dikemaluan samiyyah, lalu dirobeknya tubuh perempuan itu. Dengan sentakan kalimah tauhid samiyyah menjerit untuk terakhir kalinya, menangis kepada tuhan. Dan gugurlah perempuan itu dalam kesempurnaan iman dan akidah.
Adapun ammar, karena tidak mempan dengan penyiksaan diatas api. Dilepaskan ikatannya, kemudian dipaksa untuk memakai baju besi, lalu dijemur ditengah-tengah padang pasir dibawah teriknya panas matahari.
Karena merasa tidak tahan, ammar mohon untuk dilepaskan. Mulutnya mengaku murtad, tetapi hatinya tetap beriman. Dan akhirnya ia dibebaskan oleh abu jahal.
Mendengar tentang sikap ammar itu, para sahabt menjadi gempar. Mereka kemudian lapor kepada rosulullah.
“ya rosulullah, ammar telah murtad dari agama kita. Dia mengaku kembali ke agama nenek moyangnya kepada abu jahal.”
Dengan bijaksana rosulullah menjawab, “allah telah mencampur iman ammar diantara ujung rambut hingga ujung kakinya. Allah pun telah mencampur imannya dengan daging serta darahnya.
Sabda rosulullah ini diucapkan karena turun surat annahl ayat 106, yang berbunyi: barang siapa kufur kepada allah, maka terlaknatlah dia. Kecuali jika dia dipaksa, padahal hatinya tetap beriman. Adapun yang kafir dalam dadanya, ia akan menerima neraka dari allah, dan mereka akan didera dengan siksa yang sangat besar.
Demikian, maka selamatlah iman ammar dan selamt pula badannya, juga tingkatkan kekuatan akidahnya tidak berada dibawah mereka yang mati mempertahankan keyakinannya.

Sikap arif dan bijaksana Rasulullah

Suatu ketika Rosulullah sedang berada di Masjid bersama para Sahabat, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seekor unta yang masuk kedalam masjid beserta penumpangnya, yaitu seorang baduy dari gunung. Bukan main marah para sahabat itu. Umar bin khatab hampir menghunuskan pedangnya, tapi dicegah oleh Rosulullah. Sambil berkacak pinggang diatas untanya, baduy itu bertanya dengan kurang ajar. “Hai, siapa diantara kamu yang bernama Muhammad?”

Melihat lagak orang baduy itu, Umar kian memuncak amarahnya. Begitupula Ali, dan para sahabat lain. Mereka berniat meringkus baduy degil itu, namun Rosulullah melarang mereka. “Sayalah yang bernama muhammad,” dengan sopan Rosulullah menjawab. Orang baduy itu menatap ke arah Rosulullah dan mendengus. “ho, jadi macam begini orang bernama muhammad itu? Apakah engkau yang mengajarkan agar bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan muhammad utusan Allah?” katanya.
“Benar, saya.” Jawab Rosulullah tetap ramah. Sementara para sahabat mendongkol melihat ulah baduy itu. “Apakah engkau yang memerintahkan manusia untuk bersembahyang lima kali sehari semalam ? tanya baduy itu dengan nada mengejek.
“Benar.” Jawab Rasulullah
“Apakah engkau  yang menyuruh agar berpuasa, membayar zakat, menunaikan ibadah haji?” tanya baduy lagi, suaranya semakin meninggi, membuat orang yang melihatnya menjadi sebal. Dengan tetap tenang rosulullah membenarkan.

Tiba-tiba orang baduy itu membalikkan untanya, menerjang keluar tanpa permisi. Di pintu masjid ia berkata : “Kalau begitu aku akan masuk Islam, dan akan saya anjurkan  kepada seluruh warga saya untuk memeluk agama islam.”

Demikian cara Rosulullah menghadapi seseorang, meskipun kadang orang itu sangat menjengkelkan.
Dilain waktu Rosulullah duduk-duduk di depan masjid bersama dengan para sahabatnya, dari kejauhan terlihat iring-iringan orang mengantar jenazah menuju tempat pemakaman.
Saat iring-iringan itu hampir mendekati  masjid, Rosulullah dan para sahabat berdiri untuk memberi penghormatan kepada manusia yang sedang berangkat menuju alam akhirat dan keabadian ukrawi dengan segala misterinya.

Dan ketika iring-iringan itu melintas didepan masjid, para sahabat baru mengetahui bahwa yang meninggal itu  bukan orang islam. Mereka kemudian duduk kembali seraya mengingatkan Rosulullah. "Rosulullah, jenazah yang dibawa ke kuburan  itu adalah orang yahudi, bukan muslim.”
Namun Rosulullah tetap berdiri dengan sikap yang syahdu. Setelah iring-iringan itu lenyap ditelan kejauhan, beliau kemudian berkata:
“Kalau lewat iring-iringan jenazah, berdirilah untuk menghormati.”

Dan dilain kesempatan, saat Rosulullah hendak mengimami shalat berjamaah didatangi oleh seorang laki-laki. “Wahai rosulullah, saya sudah berkeluarga, dan saya telah melakukan zina. Hukum dan rajamlah diri saya,” kata lelaki itu.
Rosulullah memandang lelaki itu seraya berkata:
“Ah, barangkali kau hanya pegang-pegang saja, tak sampai berzina.”
“Benar, Rosulullah. Saya telah berzina. Hukumlah saya,” sanggah laki-laki itu bersi keras.
Rosulullah kemudian tak menghiraukan laki-laki itu, beliau kemudian melaksanakan shalat bersama para sahabat. Selesai shalat, laki-laki tadi menghampiri Rosulullah lagi.
“Ya rosulullah. Hukum rajamlah saya. Sungguh, saya telah bebuat zina,” katanya semakin mendesak Rosulullah.

Rosulullah diam sejenak. Lalu bertanya, “Apakah ketika kemari engkau sudah berwudhu?”
“Sudah,” jawab lelaki itu.
“Apakah engkau tadi ikut shalat berjamaah bersama kami?” tanya Rosulullah.
“ Betul, saya tadi makmum dibelakang rosulullah.”
“Kalau begitu pulanglah engkau, Allah pasti telah mengampuni dosamu,” Ucap Rosulullah dengan yakin memerintahkan laki-laki itu pulang kepada keluarganya. Maka selamatlah anak-anaknya dari nasib menjadi yatim, dan terbebaslah istrinya dari kemungkinan menjadi janda.

Nabi Hidhir Menjadi budak untuk sedekah

Dalam hadits riwayat At-Tabrani diceritakan. Ketika Rosulullah duduk bersama sahabat-sahabatnya, bercerita tentang nabi hidhir. Suatu hari Nabi hidhir berjalan ditengah pasar, demikian Rosullah memulai ceritanya. Saat itu nabi hidhir berpapasan dengan seorang budak makatab (seorang budak yang merdeka berdasarkan perjanjian yang disepakati bersama).
“bersedekahlah untukku, tuan. Semoga Allah  memberkatimu,” kata budak itu.
“aku percaya pada takdir Allah. Tetapi  hari ini aku benar-benar tak punya untuk kusedekahkan kepadamu,” jawab nabi Hidhir.
“Bi wajhillah (dengan menyebut asma Allah) , saya memohon kepadamu, bersedekahlah kepadaku. Kulihat tuan adalah seorang yang baik, saya ingin sekali memperoleh berkah darimu,” Rengek budak itu. 
Karena merasa terus didesak, akhirnya nabi hidhir mengambil keputusan.
“Aku beriman kepada Allah, tetapi aku tak memiliki apapun yang bisa kuberikan kepadamu, kecuali kau mau menjualku sebagai budak,” kata nabi hidhir.
“benarkah tuan bersedia menjadi budak hanya karena hendak bersedekah kepadaku?” tanya budak itu ragu.
“engkau telah meminta sesuatu dariku Bi wajhillah. Demi Allah , aku tak ingin mengecewakanmu. Karena itu juallah diriku sebagai budak.” Jawab nabi hidhir.
Budak itu ternyata nekat membawa nabi hidhir kepada seorang hartawan untuk dijual sebagai budak. Ia laku 400 dirham, dan uang itu diterimanya. Sejak itu nabi hidhir tinggal dirumah majikannya yang telah membeli dirinya sebagai budak.
“tuan, anda telah membeli diriku. Tak usah sungkan memerintahku untuk melakukan suatu pekerjaan,” kata nabi hidhir kepada majikannya.
“fisikmu sudah tua dan lemah. Aku khawatir pekerjaan itu nanti akan memberatkanmu,” jawab majikan itu.
“atas kuasa Allah, tak ada suatu pekerjaan pun yang akan memberatkan diriku,” kata nabi hidhir meyakinkan majikannya.
“baiklah, jika itu maumu. Pindahkan batu-batu itu.”
Nabi hidhir kemudian memindahkan batu-batu itu ke tempat yang ditunjukkan majikannya. Biasanya batu-batu itu dipindahkan oleh satu pekerja dalam waktu berminggu-minggu. Tetapi nabi hidhir mampu memindahkan dalam waktu Cuma sebentar saja.
“alangkah baik pekerjaanmu,” puji majikannya setengah tidak percaya.
Karena sangat dipercaya, nabi hidhir suatu hari diminta majikannya untuk menjaga rumah dan keluarganya.
“aku tak menolak jika kau perintahkan mengerjakan apapun, tetapi jangan kau perintahkan aku melakukan itu,”tolak nabi hidhir.
“kenapa? Jika kau kuperintahkan melakukan pekerjaan lain, aku khawatir nanti akan menyengsarakanmu.”
“atas kuasa Allah, tak ada sesuatu pekerjaan yang akan memberatkanku,”sekali lagi nabi hidhir  meyakinkan majikannya.
“aku ingin membuat batu bata, nanti setelah aku kembali dari bepergian akan kubuat  membangun rumah. Apakah kau sanggup melaksanakannya?
Nabi hidhir menyanggupi pekerjaan itu. Kemudian ia mulai membuat batu bata saat majikannya berangkat bepergian.
Ketika majikannya kembali dari bepergian, lagi-lagi dibuatnya keheranan. Batu bata itu sudah selesai dikerjakan oleh nabi hidhir, bahkan sudah rampung membangun rumah yang direncanakan.
Melihat kejadian yang tak masuk akal secara beruntun, majikan nabi hidhir mulai curiga.
“Bi wajhillah,  aku bertanya kepadamu. Apa yang terjadi, dan bagaimana kau bisa melakukan ini semua? Kata majikan itu.
Akhirnya nabi hidhir menceritakan peristiwa sejak dimintai sedekah oleh seorang budak makatab karena biwajhillah, sampai dia menjual dirinya sebagai budak.
“ Barang siapa yang diminta dengan biwajhillah, tetapi dia menolak. Padahal dia mampu melakukan, dihari kiamat nanti akan menghadap allah tanpa daging dan dengan nafas  tersengal-sengal,” kata nabi hidhir.
“maafkan saya Nabiyyullah, jika mengetahui anda ini adalah seorang nabi, tentu tak akan terjadi semua ini,” kata majikan itu menyesali apa yang terjadi.
“sekarang kumerdekakan anda tanpa tebusan, dan silahkan anda tinggal dsini mengatur keluargaku, wahai Nabiyyullah,” sambungnya.
“aku memang lebih suka merdeka. Karena dengan merdeka aku bisa lebih bebas beribadah kepada Allah,”jawab nabi hidhir.
Kemudian nabi hidhir berdo’a:
“Alhamdulillahi Alladzi autsaqana fi ‘ubudiyyati, tsumma najjani minha (segala puji milik Allah, yang mengikat aku dalam perbudakan sesaat, dan yang telah menyelamatkan diriku dari perbudakan itu).”

Resep Tampan luar dalam || Kisah Islami


Pada suatu hari, Ahnaf bin qais didatangi oleh seorang pemuda dari suku Tha’i. Pemuda itu sangat tampan sekali, hingga Ahnaf bin Qais mengagumi wajah yang dimiliki oleh pemuda yang saat itu duduk dihadapannya.

"Pemuda ini sangat tampan, mungkin ia seorang yang gemar berolahraga, sehingga wajahnya sehat dan terpelihara. Atau mungkin pemuda ini banyak uangnya, sehingga mampu memelihara diri dengan pakaian  dan perhiasan, "kata Ahnaf bin Qais dalam hati.

Karena tak dapat menahan keinginannya, Ahnaf kemudian bertanya kepada pemuda suku Tha’i itu.
"Wahai pemuda, apa rahasianya sehingga kau dapat  memiliki wajah yang tampan ini?
"Resepnya ada empat,” jawab pemuda itu dengan tak terduga.
"Apa itu?” tanya Ahnaf bin Qais ingin tahu.
"Pertama, bila orang berbicara padaku, aku mendengarkannya dengan baik.
Kedua, bila bejanji, pasti kutepati.
Ketiga, bila diriku diperhitungkan orang, maka kurelakan .
Keempat, bila aku dipercaya aku tak mau mengkhianatinya."

Mendengar jawaban pemuda itu, Ahnaf bin Qais termenung sejenak.
"Inilah tipe pemuda yang tampan luar dan dalamnya," gumamnya dalam hati berkomentar.

Kisah Rabi'ah Al-Adawiyah Wanita Sufi

Tersebutlah seorang wanita ahli sufi yang cukup zuhud, namanya Rabi’ah Al adawiyah. Suatu hari datang tiga orang laki-laki yang ingin melamar untuk dijadikan istrinya. Mereka adalah Hasan Bisri, Malik bin dinar, dan tsabit Albenany.
“Rabi’ah, pilihlah satu diantara kami sebagai suamimu. Karena menikah itu merupakan sunnah Rosul,” kata salah satu diantara mereka.
Tanpa mengiyakan atau menolak , Rabi’ah hanya menyatakan beberapa permasalahan dirinya.
‘Aku tidak dapat memilih salah satu diantara kalian untuk menjadi suamiku. Hanya, siapa yang dapat memecahkan permasalahan itu, dialah calon suamiku. “kata Rabi’ah.
“apa pendapat anda bila ada seseorang berkata bahwa nanti dihari yang dijanjikan dia tidak peduli  terhadap orang-orang yang masuk neraka, dan tidak perduli pula terhadap orang-orang yang masuk surga. Termasuk golongan manakah dia itu nanti?” tanya Rabi’ah kepada Hasan Bisri.
“aku tidak tahu,” jawab Hasan setelah berpikir.
“malaikat telah membentuk diriku sewaktu aku masih dalam kandungan . apakah aku menjadi orang yang bahagia atau orang yang sengsara?” tanya Rabi’ah lagi.
“aku tidak tahu, jawab hasan lagi.
“bila  ada orang berkata  kepada seseorang, agar jangan takut dan bersedih. Sementara kepada orang lain ia mengatakan mereka tak berhak untuk bergembira. Maka termasuk kelompok manakah orang itu?”  kembali Rabi’ah mengajukan pertanyaannya.
Hasan bisri menjawab lagi dengan kata-kata tidak tahu.
Meskipun orang yang ditanyai  selalu menjawab dengan tidak tahu, Rabi’ah terus  melanjutkan pertanyaannya lagi.
“kuburan bisa menjadi taman surga, dan juga bisa menjadi liang masuk neraka. Bagaimana kuburanku nanti?”
“aku tidak tahu,” jawab hasan seperti sebelumnya.
Belum puas  dengan pertanyaan yang telah diajukan, Rabi’ah mengajukan pertanyaan lagi kepada hasan bisri.
“pada suatu hari ada wajah-wajah yang putih, adapula wajah yang hitam. Bagaimana wajahku nanti?”
“aku tidak tahu” jawab hasan pula.
“bila pada hari kiamat ada orang berseru, bahwa ketahuilah si fulan telah mendapatkan kebahagiaan dan fulan bin fulan sangat sengsara. Maka termasuk golongan mana aku?”tanya Rabi’ah al adawiyah kembali mengajukan pertanyaan, meskipun selalu dijawab oleh Hasan bisri dengan jawaban yang sama. Dan pada pertanyaan ini pun jawabannya juga tidak tahu.
Ketiga laki-laki yang hendak melamarnya itu tiba-tiba menangis, setelah mendengar serentetan pertanyaan Rabi’ah Al Adawiyah yang mengandung hikmah, namun mereka tidak bisa menjawabnya. Mereka kemudian pergi meninggalkan rumah Rabi’ah.

Seorang Khalifah yang menebus Dosanya


Setelah cukup lama Khalifah Umar berada di Syiria, ketika ia kembali pulang ingin mengetahui keadaan rakyatnya secara langsung. Maka khalifah umar menyusuri dari kampung ke kampung untuk memperoleh informasi langsung dari penduduk. Dalam perjalanannya ini, khalifah tanpa ditemani siapapun, dia menyamar sebagai orang biasa dan berjalan seorang diri. Dalam perjalanannya itu, khalifah umar mendatangi sebuah gubug yang terpencil dan dihuni oleh seorang nenek tua sendirian. Khalifah Umar tidak memperkenalkan dirinya sebagai Kholifah.

Setelah mengucapkan salam, khalifah memasuki  gubug itu.
"Bagaimana kabarnya tentang Umar, Khalifah kita itu Nek?”tanya Khalifah Umar setelah sedikit berbasa basi.
"khabarnya dia baru pulang dari syiria dengan selamat."
"Bagaimana pendapat nenek tentang Khalifah kita itu ?" Tanya Khalifah Umar lagi.
"Semoga Allah jangan memberi ganjaran baik kepadanya!” jawab nenek itu.
"mengapa begitu?” tanya Khalifah Umar lagi, dia sedikit terkejut mendengar jawaban nenek itu.
"Khalifah itu jauh dari rakyat kecil. Selama dia jadi  Amirul mukminin, belum pernah datang ke gubugku. Apalagi memberi uang."

"Bagaimana mungkin Khalifah Umar mengetahui  tentang keadaanmu di tempat jauh yang terpencil ini?" kata khalifah.
"Subhanallah. Tak mungkin seorang khalifah tidak mengetahui dan tidak tahu keadaan rakyatnya dimanapun berada. Bukankah itu merupakan tugas dan kewajiban sebagai seorang pemimpin untuk mengetahui keadaan rakyatnya?"
Mendengar kata-kata nenek itu, khalifah umar tersentak hatinya.
"Aah, celaka umar. Semua orang dan termasuk nenek ini ternyata lebih tahu tentang diriku, gumam Khalifah Umar dalam hati. Ia merasa menyesal sehingga meneteska air mata.
"Wahai, Nenek berapa hendak kau jual  kedzaliman Khalifah Umar terhadap dirimu itu? Aku kasihan terhadap khalifah itu jika nanti sampai masuk neraka. Karena itu akan kubeli kedzalimannya jika nenek mau menjualnya. “seru khalifah.

"Aah, jangan berolok-olok , nak. Kau jangan bermain-main dengan nenek yang sudah tua ini,”
"Saya tidak bercanda, nek. Betul-betul  saya akan membelinya, berapapun harganya. Aku akan menebus dosanya, kasihan dia. Maukah nenek menerima uang 25 dinar sebagai harga kedzaliman khalifah umar?” kata khalifah seraya menyerahkan sekantung uang dinar .
Nenek itu merasa ragu untuk menerima uang itu, tapi karena khalifah umar terus mendesaknya, maka diterimanya uang itu.
"Terima kasih nak. Sungguh baik budimu, ujarnya nenek tua iti.
Sementara itu, kebetulan lewatlah Ali bin abi thalib dan Abdullah bin ma’ud. Melihat Khalifah Umar ada  di rumah nenek tua itu, keduanya memberi salam.

"Assalamu’alaikum yaa Amirul Mukminin."
Mendengar sapaan kedua orang itu, terperanjatlah nenek itu. Tubuhnya gemetar, takut bercampur malu. Dia tidak menyangka sama sekali bahwa tamunya yang baru saja diajak mengecam Khalifah Umar, ternyata dia adalah khalifah sendiri.
"Masya Allah, saya mohon maaf atas kelancanganku ya amirul mukminin, nenek yang sudah tua ini telah berani memaki khalifah, nenek minta ampun beribu ampun, “ratap nenek itu menyadari kekhilafannya.
"Tidak nek, nenek tidak bersalah, dan saya mengucapkan terima kasih, sebab nenek sudah membuka mata hati saya, dan mudah-mudahan Allah memberi restu kepada nenek.
Khalifah umar kemudian membuka bajunya dan menggoreskan tulisan pernyataan sebagai berikut:
Dengan ini umar telah menebus dosanya atas kedzalimannya terhadap seorang nenek yang merasa didzalimi umar, sejak menjadi khalifah hingga ditebusnya dosa itu dengan 25 dinar. Dan jika nenek itu mendakwa Ummar dihari Makhsyar maka umar sudah bebas, dan tidak punya sangkut aut lagi.

Pernyataan yang ditulis baju itu ditandatangani Ali Bin Abi Tholib dan Abdullah bin Ma'ud sebagai saksi, kemudian Kholifah ummar menyerahkan baju itu kepada Abdullah Bin Mas'ud, "Simpanlah Baju pernytaan ini jika nanti aku meninggal sisipkan dalam kain kafanku untuk kubawa menghadap Allah Swt. Kata Khalifah Ummar.

Umar Bin Khatab Menegakkan Hukum pada anaknya


Suatu hari datang seorang wanita dari Bani Najjar menemui Umar bin Khattab . wanita itu mengadu bahwa telah dizinahi oleh abu salmah atau ubaidillah, putra umar bin khattab, hingga hamil dan melahirkan bayi. Mendengar hal itu betapa murkanya khalifah Umar . tentu saja peristiwa itu sangat memalukan dirinya .
“Hai Jariyah, benar apa yang telah kau ucapkan itu?” tanya khalifah umar.
“Benar Khalifah, aku berani bersumpah diatas Al-Quran, jika aku dianggap bohong,” kata wanita itu meyakinkan.

Mendengar apa yang  dikatakan wanita yang bernama Jariyah, Khalifah umar merasa yakin bahwa wanita itu tidak berdusta. Dan anak yang digendongnya itu merupakan bukti perzinahannya dengan Abu Salmah, anak kandungnya. Dengan menahan marah umar memanggil Abu Salmah.
“Ubaidillah, kau kenal dengan wanita ini?” tanya Khalifah Umar kepada Abu Salmah.
Abu salmah tak langsung menjawab pertanyaan ayahnya sejenak dipandangi perempuan yang menggendong seorang bayi itu, kemudian ia menunduk.
“kau kenal dia?’
“benar ayah.”
“apa yang telah kau lakukan bersamanya?”
“maafkan saya ayah. Anakmu telah khilaf, sehingga menuruti ajakn syaitan. Sekarang saya pasrah, hukuman apapun yang akan ayah timpakan  kepada saya akan kuterima, daripada saya harus menanggungnya di akhirat nanti,”

Mendengar pengakuan anaknya , khalifah umar merasa bangga atas sikap anaknya yang mau mengakui kesalahan yang telah dilakukannya. Namun sebagai seorang ayah , ia merasa tak tega harus memberi hukuman pada anaknya. Dia benar-benar seperti makan buah simalakama , tapi sebagai khalifah dirinya harus benar-benar menegakkan keadilan.

Disinilah letak sikap menegakkan keadilan seorang pemimpin yang telah diuji, dimana ia harus berhadapan dengan anak kandungnya sendiri. "Bagaimanapun juga hukum harus ditegakkan . Ubaidillah anakku. Kau harus tetap dihukum rajam sesuai dengan hukum Islam”. Kata khalifah umar dengan tegas.

Mendengar keputusan Khalifah Umar, banyak Sahabat yang mencegah dan menasehatinya agar hukuman itu diurungkan atau diganti dengan hukuman lain. Namun ketetapan hati umar untuk menegakkan keadilan sudah bulat dan tidak bisa ditawar lagi.
“Hukum harus tetap ditegakkan, tidak pandang bulu bagi siapapunyang telah melanggarnya.” Tegasnya kemudian.

Akhirnya hukuman rajam dilaksanakan . Abu Salmah putra  Khalifah Umar  bin Khatab menjalani eksekusi hukuman rajam dan cambuk sesuai sesuai dengan apa yang ia lakukan hingga ia menemui ajalnya di tiang rajam.

Kisah Imam Syafii Uangnya Habis untuk bersedekah


Suatu ketika Imam Syafii'i kembali dari sana’a (yaman) menuju kota mekkah, imam syafi’i masih menyimpan uang bekalnya sebesar 10 dinar. dengan uang segitu imam syafi'ipun berencana kembali ke mekah. tiba-tiba ada seorang sahabat Imam syafii'i berkata:
"Setibanya di mekkah nanti, dengan uang itu anda dapat membeli sebidang tanah, " Kata seorang Sahabatnya yang mengetahui.

Imam syafi’i hanya bisa berdiam dan tidak menjawab sepatah katapun dari tutur sahabatnya tersebut. Kemudian ia mengajak sahabatnya itu berhenti di suatu tempat, dan mereka lalu mendirikan kemah.
Imam syafi’i kemudian duduk dan membeber uang bekalnya di tanah , lalu dibagi-bagikan pada orang yang lewat. Sahabat Imam syafi'i tidak mengeti apa yang dilakukan Imam syafi'i tersebut, padahal uang hanya tinggal sepuluh dinar ko kenapa dibagikan kepada orang-orang yang lewat secara cuma-cuma sedangkan bekal untuk di Mekah nanti bagaimana?

Saat Shalat Duhur tiba, uang bekal Imama safi’i telah habis dibagikan. Kemudian berdiri dan mengibaskan pakaiannya.
"Bagaimana anda nanti tiba di Mekkah tanpa memiliki uang?" Tanya sahabatnya.
"Seandainya aku memasuki kota makkah dengan membawa uang itu, aku tak menjamin tentang keselamatanmu,” jawab imam syafi’i.

"Wahai anak adam, infaqkanlah harta kalian . berbuatlah lapang, agar dirimu dilapangkan dalam persoalan. Janganlah engkau terlalu berhemat belanja di duniamu, niscaya engkau akan disediakan belanja yang cukup. Belanjakanlah sisanya untuk akhiratmu, sebelum jiwamu dipanggil Tuhan," Kata Imam Syafi'i kemudian, menasehati sahabatnya.

Kisah Qorun yang ingkar dan kenA Azab ditelan Bumi

Seperti yang di kisahkan dalam Al-Qu'an Surat Al-Qashash ayat 76-82, tentang seseorang yang sangat kaya lalu kemudian di beri azab oleh Allah karena kesombongan hartanya. dia bernama Qorun

Qorun merupakan sepupu Nabi Musa. As, Pada mulanya Qorun adalah seorang yang sangat miskin namun sangat rajin dan taat beribadah, dengan demikian Nabi Musa sangat senang melihatnya namun kasihan atas kemiskinannya, kemudian dibekalilah Oleh Nabi Musa yakni Ilmu kimia, tentang bagaimana cara mengelolah emas, sehingga Akhirnya dia kaya raya. Namun dengan kekayaan yang dia miliki Qorun menjadi sombong lupa akan zakat, serta gaya hidupnyapun sepertiseorang raja yang dikawal pelayan serta memiliki anak buah. Allahpun memberikan Azab.

Gudang-gudang yang berisikan harta benda yang tak ternilai harganya bahkan jumlahnya, setiap hari qorun selalu memeriksa gudang-gudang tersebut dengan budak-budaknya dan membawa anak kunci yang begitu banyak, didepan umum qorun berkata "Sungguh aku adalah seorang yang sangat beruntung didunia ini, pada masa ini tak ada orang yang menyamai kekayaanku, semua itu kudapat dari Ilmu dan kepintaranku" dengan sombong dia berkata demikian. salah seorang sahabatnya berkata "Hai Qorun carilah kamu harta sebanyak-banyaknya, tapi ingatlah nanti diakhirat." Jawab qorun dengan sinis" Ah.. kalian ingin sebut Tuhan Allahmu itu" mengapa kalian dengan mudahya dibohongi oleh Musa? Tuhan yang digembor-gemborkan oleh Musa itu adalah sebuah dongeng, dan Tuhan yang aku Imani cuman Raja Fir'un maka itu aku diberi syurga dengan kekayaan yang nyata dan kemewahan. Qorunpun pergi begitu saja dan tak mau menghiraukan beberapa Nasehat dari sahabatnya itu.

Terdengarlah kabar bahwa Qorun menjadi Ingkar, maka Nabi Musa. As datang menemuinya, dan disambutlah Nabi Musa dengan ramah. "Selamat datang wahai saudaraku, anak pamanku!" apa kabarmu wahai Musa dan berita apakah yang kau bawa?"

Nabi Musa Menjawab "Ada yang kupertanyakan, tentang sikapmu akhir-akhir ini, aku mendengar bahwa kau sudah tidak beriman lagi kepada Allah dan Ingkar kepada-Nya, bahkan kau mengatakan kamu menyembah Fir'aun, dan kaupun mengatakan bahwa harta yang kau dapatkan karena Imanmu kepada Fir'aun?. Disaut Qorun "Ah.. itu adalah fitnah keji dari  mereka yang merasa iri dengan kekayaanku! percayalah Hai Musa Saudaraku. Aku masih tetap beriman kepada Allah dan menyembah-Nya.!" Jawab Nabi Musa "Maha suci Allah. jangan sekali-kali kau Ingkar . Sesungguhnya Allah telah banyak menimpakan siksaan kepada Orang-orang yang Ingkar Kepada-Nya.!"
Sebelum Nabi Musa menemui Qorun, banyak kabar yang masuk dari beberapa sahabatnya, tapi setelah Nabi Musa bertemu langsung Qorun mengucapkannya berbeda, mulailah Qorun berjalan sebuah sifat munafik yang mulai tertanam. Bahkan Qorun sindiri dalam hatinya bahwa yang menyombongkan diri adalah Musa yang mengaku sebagai Nabi, dan memiliki prasangka buruk bahwa lama-kelama'am semua orang diperintahkan untuk menyembahnya, dengan mengaku dia sebagai Nabi sebenarnya musa ingin mencari kekuasaan dengan car demikian.

Waktupun terus berlalu dan hari demi hari Qorunpun semakin menggila, Qorun semakin membabi buta, dia menjadi lintah darat yang memberikan bunga yang berlipat ganda, dan barang siapa yang tidak bisa melunasi hutannya maka dirampaslah semua hartanya, ladang, kebun dijadikan barang sitaan, tidak perduli kaya atau miskin, bahkan yang tidak memiliki apa-apa dijadikan budak oleh Qorun dianiaya dan dibuat sengsara.

Kekayaan Qorun semakin hari semakin bertambah dengan berbagai cara, bahkan seringkali dia memamerkan semua kekayaannya dengan pawai besar-besaran yang diikuti Istri-istrinya dan ratusan budak-budaknya, Nabi Musa yang selalu menasehatinya tak pernah didengarkan, hingga kedurhakaannya kepada Allah semakin bertambah besar. Meskipun demikian Nabi Musa terus bersabar dan terus mendoakan sepupunya agar kembali pada jalan yang benar serta menasehatinya tanpa rasa bosan. Namun apa yang dilakukan oleh Qorun, qorun malah berusaha dengan tipu dayanya agar menjelek-jelekkan Nabi Musa, Qorun menganggap Nabi Musa iri dengannya dan duri dalam kehidupan Qorun.

Pada suatu hari Qorun memanggil seorang pelacur dan membayarnya dengan mahal untuk memfitnah Nabi Musa bahwa pelacur itu telah berzina dengan Musa. dan akan mengatakannya didepan umum. Pada suatu hari raya Qorun mengundang banyak orang dari berbagai penjuru kota dengan dalih bahwa Nabi Musa akan memberikan Nasehat-nasehat.

Setelah semua berkumpul Nabi Musapun memberikan Nasehat-nasehat kepada ummatnya didepan Umum dan dengan lantang Nabi Musa As mengatakan " Barang Siapa yang mencuri, maka akan kami potong tangannya, dan barang siapa yang berzina maka akan kami Rajam!". Tiba-tiba Qorun menyela dan memotong Pidato Nabi Musa dan berkata" Ya!! Sekalipun engkau yang berbuat Nabi Musa?"

Nabi Musa Menjawab " Iya.! sekalipun Aku sendiri yang berbuat, Hukum tetap berlaku!"

Qorun berkata "Hai Musa! kalau begitu engkau harus dirajam dan dilempari Batu.! Bani Israel menuduhmu telah berbuat Zina dengan seorang pelacur!" dengan teriak.

Mendengar apa yang diucapkan Qorun, Nabi Musa As bagaikan disambar petir dan lemas, karena fitnah yang dilontarkan Qorun didepan banyak ummatnya. Dan Nabi Musa hanya menyebut Nama Allah. Kemudian Qorun langsung memanggil perempuan itu ditunjukkan kepada Musa dan seluruh orang yang hadir saat itu, kemudian perempuan Berkata :
"Engkau bersih dan bebas dari apa yang dituduhkan padamu, Nabi Musa, Sesungguhnya Qorun telah memberiku seribu dinar untuk melancarkan tuduhan yang keji dan fitnah terhadapmu, memang aku bukanlah orang terpuji, namun aku takut kepada Allah jika aku melakukan perbuatan jahat kepadamu dengan menuruti apa kata Qorun"
Mendengar Ucapan perempuan itu Nabi Musapun berdo'a, "Yaa Allah, jika benar aku ini Nabi-Mu, tolonglah hamba-Mu ini." dengan menangis.

Maka turunlah Wahyu "Hai Musa! Kami telah jadikan bumi tunduk dengan perintahmu, maka perintahlah sesukamu"
Nabi Musa kemudian mengingatkan Qorun. "Bertobatlah dan meminta ampunanlah pada Allah, sebelum azab menimpamu!"
Qorun berkata " Aku tidak percaya kepada Tuhanmu, semua itu adalah Bohong. dan aku tidak takut dengan Azab itu" Nabi Musa kemudian berseru dengan lantang kepada kaumnya "Barang siapa yang ikut bersama Qorun, tetaplah ditempatnya! Dan barang siapa yang ikut denganku maka tinggalkanlah tempat ini!"

Kisah Qorun yang ingkar dan kenA Azab ditelan BumiOrang-orang yang ikut kepada Nabi Musa berbondong-bondong meninggalkan tempat tersebut, dan bebarapa orang dengan jumlah yang sedikit tetap berada disitu, dengan sikap yang sombong dan menantang azab Allah.

Nabi Musapun berteriak serta menghentakkan tongkatnya kebumi dan berkata "Dengan Nama Allah, hai bumi telanlah Qorun beserta pengikutnya juga harta bendanya kebumi" Tiba-tiba tanah membelah. Qorun dan pengikutnyapun terbenam didalamnya, dari mulai sebatas lutut, pinggang sampai tak terlihatlagi, demikian juga gedung-gedung dan gudang milik Qorun semua tenggelam kedasar bumi.

Seperti pada Fiman Allah dalam Al-Qur'an :
"Maka tidaklah kami benamkan Qorun beserta rumahnya kedalam bumi. Tidak ada baginya suatu golonganpun yang bisa menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah dia termasuk orang-orang  (yang dapat) membela (dirinya)"

Ganjaran bagi Penghianat saat Perang Salib

Orang Dimakan Singa Karena Berhianat

Ketika terjadi perang salib pasukan nasrani menyebu tanh arab. dan pasukan islam di pimpim oleh sultan salahudin al ayyubi, sedangkan laskar nasrani dibawah komando Richard si hati singa yang sangat kejam. Dalam suatu penyerbuan yang licik, beberapa orang tentara islam terjebak. semuanya terbunuh terkecuali tiga orang . mereka ditangkap dan dihadapkan kepada pangeran Richard.
"kalian akan dihukum mati!" teriak pangeran Richard.

Ketiga tentara islam itu hanya diam, sepertinya tak gentar menghadapi gertakan itu. dua diantara mereka berusia separuh umur, dan seorang lagi masih kelihatan muda. "tinggal pilih, kalian ingin mati dengan cara bagaimana? Digantung, disalip, atau digantung!" kata pangeran Richard lagi.
kedua tentara islam yang berusia sedikit tua itu akhirnya menjadi ketakutan mendengar ancaman hukuman yang nampaknya tidak main-main. Mereka kelihatan pucat pasi mukanya, tubuhnya gemetar dan lunglai bertumpu di atas lututnya. sedangkan seorang lagi yang masih muda tampak tenang.

"Namun semuanya dapat diatur," lanjut Pangeran Richard. "Masih ada jalan untuk selamat bagi diri kalian. kalian akan kubebaskan dan kuberi kesenangan serta harta kekayaan, tapi dengan syarat kalian harus memeluk agama kami dan menjadi mata-mata tentara kami!"

"Hai anak muda," teriak Pangeran Richard kepada tentara Islam yang masih muda itu. "Bagaimana dengan dirimu? menurut kehendak kami dengan imbalan kesenangan dan kekayaan, atau memilih mati?" Pemuda yang tangannya terbelenggu erat hanya menatap Panglima Nasrani itu dan mulutnya mengucap" Allahu Akbar". Sikap anak muda itu membuat Pangeran Richard murka. dengan berteriak ia memanggil algojonya.

"Bangsat! seret dia keluar dan cincang tubuhnya!"
Algojo yang tubuhnya tinggi besar, dengan kasar menyeret tubuh pemuda yang tak berdaya itu keluar. Dimasukkan tubuh pemuda itu ke dalam sebuah tong dari kayu yang bagian dalamnya dipasangi paku-paku. tong itu ditutup rapat-rapat, kemudian digulingkan dari atas bukit. Kedua kawannya disuruh menyaksikan jalannya hukuman mati itu.

Ketika tong yang berisi pemuda itu sampai di dasar bukit dibuka. kedua kawannya memekik ngeri melihat keadaan anak muda itu. seluruh tubuhnya bersimbah darah dengan luka bagai dicabik-cabik.
"Sudah kau lihat nasib kawanmu itu?" tanya Richard ketika kedua tentara Islam itu dihadapkan kepada dirinya. "Kau ingin nasib seperti dia atau memilih kehidupan yang mulia?" "Saya ingin hidup mulia," jawab seorang diantara kedua tentara Islam yang sedikit lebih tua. 

"Bagus! Jadi kau mau menuruti permintaanku? Mau menjadi mata-mata kami?"
"Tidak!"
"Lho?! Lalu apa maksudmu?" teriak Panglima Richard.
"Aku ingin hidup mulia di sisi Allah. Allahu Akbar!"
"Tua bangka kurang ajar! kau lihat saja nanti!" Ejek Panglima Richard dengan mata berapi-api. "Dan kau, yang satunya lagi. bagaimana dengan keputusanmu?"

Tentara Islam yang satunya, yang berumur agak muda, dengan gemetar dan badannya membungkuk-bungkuk ketakutan maju ke depan.
"Saya..... saya mohon ampun, Tuanku. Saya..... saya akan menuruti kehendak Tuanku...."
"Hahaha.... Bagus, bagus...." Richard si Hati Singa tertawa seraya memilin-milin kumisnya. "Artinya kau mau memeluk agama kami dan menjadi mata-mata tentara kami?"
"Benar, Tuanku. saya sebetulnya memeluk agama islam hanya ikut-ikutan saja. saya berperang membela islam juga karena dipaksa!"
"Betul demikian?"
"Betul, Tuanku."
Hati panglima Richard sangat girang mendengar jawaban itu. kemudian ia berteriak;
"Hai, pengawal. beri dia pakaian yang bagus dan mulai sekarang ia kuangkat menjadi mata-mata kita."
Pengawal itu maju ke depan. "Ampun, panglima Sebelum dia diangkat menjadi bagian dari tentara kita, apakah tidak lebih baik kita uji kesetiannya?"
"Apa maksudmu?"
"Dia harus berani membunuh kawannya sendiri untuk menguji kesetiannya pada kita."
"Hamba bersedia, Tuanku. Hamba bersedia melakukannya!" Kata tentara Islam yang berkhianat itu.
maka pengawal itu membuka pengikatnya dan memberinya sebilah pedang. dengan mata menjijikkan pengkhianat itu mengambil pedang yang disodorkan kepadanya. dan dengan cepat dihunjamkan ke perut kawannya sendiri, kemudian diulangnya berkali-kali. Gugurlah syahid itu dengan memekik "Allahu Akbar! Allahu Akbar!"

Pengkhianat itu kemudian maju ke depan sambil tertawa sinis. "Percayakah tuanku sekarang? dan hamba kini menyatakan diri untuk menjadi pengikut Tuan."
Richard si hati singa mengangguk-angguk, kemudian tertawa puas.
"Pengawal ajak dia ke tempat perjamuan dan perlakukan dia dengan baik."
"Sebentar, Tuanku,"sahut pengawal itu. "Tidak sepatutnya orang ini diberi penghormatan seperti itu."
Pengkhianat itu menjadi kaget mendengar ucapan itu.

"Apa maksudmu?" tanya Panglima Richard. "Bukankah dia telah melakukan tugasnya dengan baik?"
"Justru karena itulah kita harus berhati-hati, Tuanku," jawab pengawal itu. "terhadap kawannya sendiri yang telah bergaul cukup lama, dia tega berbuat kejam. apalagi terhadap kita yang baru dikenalnya. hamba yakin suatu ketika dia pun pasti akan mengkhianati kita."
mendengar penjelasan pengawal itu, panglima Richard mengkerutkan alisnya, lalu mengangguk-angguk.

"Ampun, tuanku. hamba sekali-kali tidak akan berani melakukan itu..." Ratap pengkhianat itu.
"Tuanku, panglima..." Kata pengawal itu lagi. "Sifat khianat adalah sifat terlaknat. kalau suatu hari dia melarikan diri dan membeberkan semua keadaan serta pertahanan kita kepada tentara islam, apakah kita tidak akan hancur?"

"Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap orang ini?" Tanya panglima Richard.
"Hukum dia dengan kejam, melebihi kematian kedua sahabatnya yang ksatria itu."
"Algojo!" Teriak panglima Richard. "masukkan pengkhianat ini ke dalam kandang singa!"

Dengan meraung-raung minta ampun pengkhianat itu diseret ke kandang singa. dia menangis dan meratap untuk diampuni, tapi panglima Richard tak memperdulikannya. Sebentar kemudian terdengar raungan singa yang diiringi jeritan memilukan. tubuh pengkhianat itu dicabik-cabik oleh singa yang nampaknya sangat kelaparan. sengsara dia di dunia dan sengsara pula di akhirat."

Siksa Kubur bagi orang yang menyepelekan shalat

Kakak perempuan fulan telah meninggal dunia. Saat fulan ikut mengubur kakaknya, kantung uangnya terjatuh dan tertimbun tanah, ia tak sempat mengambilnya. Setelah upacara pemakaman selesai dan semua orang yang melayat sudah pulang, fulan menggali kembali kuburan kakaknya untuk mengambil kantung uangnya yang tertimbun.

Betapa terkejutnya fulan, dari liang kubur kakak perempuannya itu keluar api menyala. dengan cepat fulan menimbun kembali kuburan itu, ia mengurungkan niatnya mengambil kantung uang miliknya.
bergegas ia pulang ke rumah, dan dengan menangis ia menemui ibunya.
"ibu apa yang telah diperbuat kakak perempuanku, hingga terjadi demikian?"tanya fulan kepada ibunya.

"Apa yang terjadi anakku?" saut Ibunya balik menanyakan.
"Ketika aku menggali kubur kakak untuk mengambil kantung uangku yang terjatuh, Keluarlah api dari liang kuburnya," kata fulan, menceritakan apa yang baru saja dilihatnya. Mendengar cerita anaknya, sang ibu hanya diam terpaku. pandangannya menerawang jauh, air matanya meleleh membasahi kedua pipinya. Ia sangat menyesali apa yang telah diperbuat anak perempuannya semasa hidup. "apa yang dilakukannya ibu?" tanya fulan lagi. rasa ingin tahunya semakin besar melihat reaksi ibunya.

"Wahai anakku, fulan.  kakak perempuanmu dulu semasa hidupnya suka menyepelekan shalat, dan mengakhirkan waktu shalatnya," Jawab ibu fulan dengan sedih,.

Demikian Siksa Kubur bagi orang yang menyepelekan shalat untuk itu bagaimanakah dengan diri kita, dari cerita diatas, merupakan sebuah lisah nyata, dan pelajaran bagi kita semua untuk tidka meninggalkan Sholat.

Jangan meremehkan Seorang Miskin (Fakir)


Ketika Syaikh Abu Muhammad usai mengerjakan shalat ashar di sebuah masjid, tiba-tiba datang seorang pemuda yang nampak kelelahan dengan rambutnya yang kusut. sepertinya pemuda itu seorang yang fakir. 

Pemuda itu shalat disamping Syaikh Abu Muhammad.
selesai shalat ashar, pemuda itu duduk bersedekuh sambil menunggu maghrib. ia menekukan kepala diantara dua lututnya. 

Setelah shalat magrib berjamaah, pemuda fakir itu kembali duduk seperti semula. ia tampak kedinginan. tiba-tiba datang seorang utusan seorang raja yang mencari abu muhammad untuk diundang makan. "terimakasih. aku tak ingin kesana, aku cuma menginginkan surbanmu kupakai untuk menghangatkan tubuhku yang kedinginan" jawab pemuda itu.

Mendengar permintaan pemuda itu, Abu Muhammad mengercitkan keningnya, kemudian pergi tanpa menghiraukannya. di Istana Syaikh Abu Muhammad pesta makan sampai larut malam. pikirannya tak ingat lagi pada pemuda fakir yang kedinginan dalam masjid itu. Sepulang dari istana raja, Syaikh Abu Muhammad kembali ke masjid. Ia melihat pemuda itu masih berada di tempatnya, dengan duduk bersedekuh tanpa selimut. tapi, sungguh tak berperasaan, Syaikh Abu Muhammad justru menggelar sajadahnya untuk tidur, yang tak jauh dari tempat duduk. 

Pemuda itu. dalam tidurnya, sSyaikh Abu Muhammad mimpi bertemu rombongan Rosulullah dan para nabi, Syaikh Abu Muhammad mendekati rombongan Rosulullah. kemudian mengucapkan salam, tetapi Rosulullah memalingkan muka, tanda hatinya tak berkenan. 

"Wahai Rosulullah, apa dosaku hingga Rosulullah memalingkan muka dariku?" tanya Syaikh Abu Muhammad " seorang fakir umatku telah meminta sesuatu, tapi engkau tak menghiaraukannya' jawab Rosulullah. mendengar ucapan demikian, Syaikh Abu Muhammad terbangun dari tidur nya dengan tubuh gemetar, dicarinya pemuda fakir yang ada didalam masjid itu. Terdengar suara langkah, tanda pemuda itu baru saja meninggalkan tempat itu.

Masa Bodoh kepada Orang MiskinSyaikh Abu Muhammad mengejarnya seraya berteriak-teriak memanggilnya. "Hai pemuda, berhentilah kau, ini selimut yang kau minta. sekarang ku berikan padamu," teriak Syaikh Abu Muhammad. pemuda fakir itu menghentikan langkahnya, kemudian menoleh ke arah Syaikh Abu Muhammad



"Ketika seorang fakir menginginkan sesuatu dari anda, anda tak menghiraukannya. dan anda baru memberikan  setelah diminta oleh 124 nabi. sekarang aku tidak membutuhkan lagi sesuatu darimu," kata pemuda itu seraya meninggalkan Syaikh Abu Muhammad yang berdiri terpaku ditempatnya, tak tahu apa yang harus dilakukannya.

Pemuda Yahudi Tampan Masuk Islam Karena isi Kitabnya..


Saat berada dalam masjid, syaikh Ibrahim al-Khawwash bertemu dengan seorang pemuda yang sangat tampan. Pemuda itu berpakaian sangat indah, dan bau harum tubuhnya semerbak menusuk hidung. Pemuda itu memasuki masjid dengan sikapnya yang sangat hormat. Mencerminkan budi pekertinya sangat halus dan sopan. "Pemuda tampan ini seorang yahudi," kata syaikh Ibrahim kepada sahabatnya seraya pandangannya diarahkan pada pemuda itu, secara reflek sahabat Syekh Ibrahim itu juga menoleh.

Mendengar ucapan syekh ibrahim, Para Sahabatnya menunjukkan sikap kurang setuju. Karena apa yang diucapkan Syaikh Ibrahim itu terhadap seorang jamaah masjid. Rupanya pemuda itu mendengar pembicaraan mereka. Setelah Syaikh Ibrahim pulang usai shalat, pemuda itu mendekati Sahabat-Sahabatnya. "Apa kata Syaikh Ibrahim tentang diriku?" tanya pemuda itu.

Mendengar pertanyaan pemuda itu, para sahabat syaikh ibrahim dan jamaah lain enggan menjawab, mereka memilih diam. "Tak perlu takut, aku hanya ingin tahu apa yang diucapkan syaikh Ibrahim tadi?” desak pemuda itu. Akhirnya salah seorang diantara jamaah mengatakan terus terang.

"Apakah apa yang dikatakan Syaikh Ibrahim tadi benar, bahwa kau seorang yahudi?" Tiba-tiba pemuda itu lari keluar tanpa menjawab pertanyaan jamaah tadi.  Pemuda itu menyusul Syaikh Ibrahim yang tengahberjalan menuju rumahnya. Dengan mencium tangan Syaikh Ibrahim pemuda itu menyatakan dirinya masuk islam. 

Tentu saja Syaikh Ibrahim menjadi heran dengan sikap anak muda itu, yang tiba-tiba menyatakan keinginannya masuk islam. "Apa yang mendorongmu sehingga mendadak kau ingin memeluk agama islam," tanya syaikh ibrahim. Kemudian pemuda itu menceritakan tentang isi Kitab yang dimilikinya.
Pemuda Yahudi Tampan Masuk Islam Karena isi Kitabnya.."dalam kitab itu dikatakan, firasat seorang yang memiliki sifat shiddiq tidak pernah meleset, saya menguji kaum muslimin denagn menyamar sebagai jamaah Masjid. Orang shiddiq (yang bisa dipercaya omongannya) pasti berada  diantara kelompok orang muslim. Ternyata dugaanku memang benar, Syaikh Ibrahim bisa mengenaliku dengan tepat. Berarti anda adalah orang yang Shiddiq, karena itulah aku masuk Islam.

Akhirnya Syetan Nyerah Juga, dan Ngajak Berteman

Menggoda manusia itu memang adalah pekerjaan syaitan. Tapi bila yang digodanya itu adalah seorang yang ahli ibadah yang khusyuk, syaitan merasa ketemu batunya. Ketika orang itu keluar rumah, syaitan menggodanya dengan iming-iming maksiat dan syahwat, tapi rupanya orang alim itutak sediktpun tergoda. Merasa gagal menggoda, syaitan berkiat lain. Digodanya ahli ibadah itu dengan rasa takut. Dibuatnya seolah-olah gunung besar itu akan runtuh dan menimpa orang itu ketika sedang khusyuk beribadah, tetapi lelaki itu tak bergeming, dilanjutkan dzikirnya hingga ia terhindar dari petaka godaan syaitan itu.

Syaitan tak kehabisan akal, ia tak berhenti sampai disitu. Dirubah dirinya menjadi seekor singa yang siap menerkam lelaki itu, agar berhenti dari dzikrnya. Tetapi, iman dan tawakal lelaki itu lebih kokoh bagai batu karang menghadapi godaan itu. 

Syaitan itu kemudian menjelma lagi menjadi ular berbisa yang menjalar dan melingkar di tubuh lelaki itu. Mulai dari ujung kaki sampai ke lehernya, ketika lelaki itu sedang bersujud ular itu membuka mulutnya dan siap melahap kepala lelaki itu. Meskipun mengetahui bahaya ada di depan matanya, ia tetap meneruskan shalatnya dan hanya menyingkirkan tubuh ular itu dari tempat sujudnya. 

Akhirnya, syaitan itu menyerah. "kali ini aku benar-benar kalah. Aku berjanji tak akan menggodamu lagi dan aku ingin bersahabat denganmu,” kata syaitan merayu. Merasa gagal menggoda lelaki sholeh itu dengan cara menakut nakuti, kini dicobanyamempermainkan dia seperti bola, meskipun orang tersebut dengan cara halus.

"Ketika kau menggodaku, aku merasa tak takut. Sekarang kau menyerah dan ingin menjadi sahabatku, itu tak perlu. Sampai kapanpun kau tak bisa menjadi sahabatku," jawab lelaki itu dengan tegas. Dia tahu bagaimanapun syaitan adalah musuh manusia, jika syaitan ingin berkawan, itu hanya sekedar tipu muslihat untuk menggoda sampai terlaksana keinginanya.

"Kawan, aku tidak membohongimu, tetapi aku merasa  kasihan melihat keluargamu. Jika kau terus menerus beribadah semacam ini, siapa yang mengurusi mereka  bila kau nanti tak ada lagi? Oleh sebab itu, aku i ngin benar-benar menjadi temanmu, agar kita dapat saling membantu. Dan akan kutunjukkan kepadamu suatu rahasia , bagaimana cara syaitan menggoda manusia seperti engkau,"
"bagiku itu tak perlu,” kata lelaki sholeh itu." Tapi jika kau ingin menceritakan, silahkan,"

Akhirnya Syetan Nyerah Juga, dan Ngajak Berteman"syaitan menggoda manusia dengan tiga cara,"Kata syaitan itu mulai mulai membeberkan rahasianya.” Pertama, kubuat manusia menjadi kikir, kedua marah, dan ketiga mabuk. Dengan kikir, manusia  akan ketakutan  kehilangan hartanya, sehingga enggan mengeluarkan amal dan zakatnya. Karena marah seseorang akan kehilangan akal sehatnya. Dengan begitu aku mudah mempermainkan  dia seperti main bola, meskipun orang tersebut ibaratnya mampu menghidupkan orang yang sudah mati dengan doanya. Jika sudah marah aku  mudah mematahkan hanya dengan satu kata. Begitu juga jika dia mabuk, mudah saja hanya tinggal mengajaknya menuju kemaksiatan , dia akan menuruti seperti kerbau yang dicocok hidungnya.

Meskipun syaitan itu telah membeberkan semua rahasia cara mereka menggoda manusia kepada lelaki shaleh itu , dengan maksud agar dapat mendekati dan berkawan dengannya. Namun lelaki itu tetap menolaknya. Ia tak ingin dan akan pernah menjadi sahabat syaitan, dan sampai kapanpun syaitan adalah musuh manusia. demikian Kisah Seorang Soleh dan Syetan dengan Judul Akhirnya Syetan Nyerah Juga, dan Ngajak Berteman

Ali Bin Abi Tholib Menampar seseorang 9X demi hukum


Ketika Itu Khalifah Ali bin Abi Tholib berjalan seorang diri, tak lama kemudian dalam perjalanan tersebut datanglah seorang laki-laki yang menghapirinya dan mengadu kepada Khalifah Ali, lelaki itu pun berkata :

"Yaa Amirul Mukminin, lelaki itu telah merampas hak saya," ucap pria tersebut sambil menunjukkan tangannya kepada seseorang  "Dia tidak mau memberikan hak itu kepadaku".

Mendengar laporang pengaduan dari laki-laki itu, Khalifah Ali bin Abi Tholib langsung menghampiri lelaki yang ditunjuk oleh seseorang yang mengadu tadi, dan meminta agar mengembalikan barang yang telah diambil kepada sipengadu tadi. setelah itu khalifah langsung pergi meninggalkannya. Dengan penuh rasa malu kepada khalifah atas kelakuan laki-laki yang mengambil barang tersebut, ternyata barang yang diperintahkan Kholifah untuk dikembalikan belum juga diserahkan kepada pengadu, bahkan lelaki yang mengadu kepada khalifah ditampar dengan Keras, hingga Lelaki itu menjerit dan merintih sakit.

Khalifah Ali Bin Abi Tholib yang pergi meninggalkan dua orang tersebut belum begitu jauh meninggalkannya, sehingga terdengar suara tamparan dan jeritan lelaki si pengadu tadi, serentak Khalifah menghentikan perjalanannya dan menengok kemudian menghampiri kedua orang tersebut tadi, laki-laki yang mengadupun kembali mengadu kepada Khalifah, bahwa dia telah ditampar. Khalifah mengatakan "Balas tamparan dia". Akan tetapi si pengadu tadi tidak melakukan hal itu lantaran takut dengan laki-laki yang menamparnya, meskipun khalifah sendiri yang telah menyuruhkan. Bahkan sipengadu mengatakan "Tak usahlah aku memaafkannya" dengan nada lirih dan  rasa takut kepada orang yang menamparnya.
Kisah Islami Ali Bin Abi Tholib
Khalifah tidak diam begitu saja melihat kejadian tersebut dan Khalifah langsung menampar laki-laki itu sebanyak 9X, hukum dan keadilan untuk melindungi yang lemah,
Lelaki itu bertanya "Kenapa Khalifah menamparku, padahal orang itu sudah memaafkan saya," ia tak mengira bahwa Khalifah akan melakukan demikian.
"Meskipun dia sudah memaafkanmu, tetapi tamparanku ini tetap harus kulakukan sebagai tuntutan Hukum dan Hak seorang kepala Negara dalam menegakkan hukum dan keadilan. Jawab Khalifah.

Kain Kafan pemberian dari Rasulullah

Pada suatu ketika Rasulullah Saw, kedatang seorang wanita, kerana cintanya Wanita tersrebut kepada Nabi diberilah Hadiah Kain tenun oleh perempuan tersebut kepada Nabi, dimana kain tersebut sangat Indah dan hasil karya tangan perempuan itu sendiri, dengan sulaman dan sulaman yang lembut, Rasulullahpun senang dengan kain tenun tersebut lalu menerimanya. kemudian memakainya.

Setelah mengenakan kain tersebut Rasulullahpun menemui para Sahabat dan menceritakannya, salah seorang sahabat kagum dan senang melihatnya, seraya ia berkata " Wahai Rasulullah, alangkah indanya kain yang engkau kenakan. Betapa senang dan bangganya jika aku memakainya" Ujar sahabat itu.

Rasulullah menjawab " Jika Kau menginginkannya, ambillah, kemudian Rasulullahpun keluar sejenak dari pertemuan tersebut, lalu kembali dengan tidak mengenai kain tenun yang tadi di pakainya, akan tetapi kafan yang tadi dipakai pemberian dari wanita itu dilipat dan diserahkan kepada salah satu sohabat yang menginginkannya. Seraya berkata "Terimalah Kain ini dan kenakanlah".

Dengan kejadian tersebut para Shohabat yang lain mencela sahabat yang meminta kain tenun itu, lantaran Rasulullah Saw sendiri senang dengan kain tenun dari wanita itu, maka itu rasulullahpun mengenakannya. Namun Rasulullah dengan Ikhlas memberikannya kepada Sahabat itu, bahkan hal lain juga rasulullah selalu memberikan apa yang diminta tanpa menolak.

Salah satu sahabat berkata "Mengapa kau tega memintanya?" tegur sahabat lain kapada sahabat yang meminta kain tenun itu. dan dijawab oleh sahabat tersebut "Aku meminta kain ini dari Rasulullah, bukan untuk kukenakan, melainkan akan kupergunakan sebagai kain kafanku bila nanti ku meninggal dunia."

Orang yang mencintai Al-Qur'an


Usaid bin Hudhair masuk Islam lantaran mendengar Kalam Ilaahi yakni Al-Qur'anul Karim yang pada saat itu dibacakan oleh seorang Shahabat yang bernama Mush'ab bin umar. Mush'ab sendiri merupakan seorang shahabat yang pernah diperintahkan langsung oleh Rasulullah untuk menyampaikan risalah kemadinah, dengan pembacaan Al-Qur'an yang di kumandangkan Mush'ab maka Usaid bin Hudhair pun masuk Islam, bahkan Usaid bin Hudhair sendiri sangat mencintai Al-Qur'an.

Pada suatu ketika Usaid sedang duduk bersantai dibekang rumahnya, dan sudah menjadi sebuah hal yang biasa kala itu Usaid sedang melantunkan Ayat suci A-Qur'an, karena kecintaanya kepada Al-Qur'an, waktu itu tepat malam hari, dibelakang Rumah Usaid bin Hudhair terdapat Kuda yang bisa dijadikan tunggangannya saat berjihad dan kuda tersebut ditambatkan didekatnya.

Malam yang sunyi, dingin serta sepi Sahabat Usaid yang dengan penuh perasaan melantunkan Ayat Al-Qur'an tersebut, tiba-tiba hatinya tergerak untuk membaca ayat Al-Qur'an Surat Al-Baqoroh ayat 14 dari mulut Usaid.

"Alif laam Miim. Inilah kitab yang tak ada keraguan padanya. Menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa...." dan seterusnya, mendengar bacaan tersebut, tiba-tiba kuda yang ditambatkan didekatnya meronta-ronta serta berlari-lari, berputar-putar kesana kemari tak tahu arah, kuda tersebut jungkir balik sekuat tenaga hingga tali pengikatnyapun putus.Usaid yang merasa aneh dengan tingkah laku kudanya tersebut, Usaidpun secara seketika menghentikan lantunan ayat tersebut, dan kuda tersebut diam.

Kemudian Usaid kembali melantunkan Ayat Al-Qur'an, tiba-tiba Kuda itu kembali meronta bahkan lebih beringas, ketika itu Usaid belum sadar bahwa kuda tersebut beringas karena bacaan Al-Qur'an yang dibacanya, dengan tanpa sadar pula Usaid memandang keatas langit terlihatlah sebuah pemandangan yang sangat indag dan menakjubkan diatas langit tersebut, terlihat seperti payung raksasa serta awan-awan yang mengumpul bagaikan lampu kristal. namun pemandangan itu pudar dan kembali seperti semula, awan yang menggumpal  tersebut lenyap dari pandangan, Usaid berkata " belum pernah kulihat pemandangan seperti ini " dengan kagumnya Usaid.
Pada Keesokan harinya Usaid menceritakan hal tersebut kepada Nabi, Nabipun berkata :

"Itu adalah para Malaikat yang ingin mendengarkan engkau membaca Al-Qur'an. Seandainya kau meneruskan bacaan tersebut niscaya banyak orang yang melihat pemandangan tersebut, pemandangan yang indah itu tak akan tertutup bagi mereka" sabda Rasulullah. 
Demikian Kisah Sohabat Usaid bin Hudhair yang sangat cinta kepada Al-Qur'an, bagaimana dengan kita apakah sudah cinta kepada Al-Qur'an, kisah tersebut seperti yang diriwayatkan oleh H.R Bukhari dan Muslim.

Kisah Iblis bertemu Nabi Musa A.S


Didalam Kitab Ihya 'Ulumuddin karya Imam AlGhozali, pada suatu hari Nabi musa bertemu dengan Iblis, dalam pertemuan itu terjadi sebuah perbincangan antara Iblis dan Nabi Musa As. diantara pertemuan tersebut Iblis menginginkan agar Nabi Musa As mengusulkan Kepada Allah Swt, bahwa dirinya (Iblis) akan bertubat dan memohon ampun atas dosa yang dia perbuat, kemudian Nabi Musapun menuruti keinginan Iblis tersebut, lantas Nabi Musa pergi ke Gunung Turisina, kemudian sampai disana Allah berfirman : Hai.. Musa apa permintaanmu kepada-Ku, Nabi Musa menjawab ; Yaa Allah, Cintaan Engkau Iblis ingin bertaubat, Jika dia bersungguh-sungguh  bertaubat, beritahukan dia suruh datang dan menghormati pada kekuburan Adam supaya Taubatnya diterima.
Dengan memperoleh petunjuk demikian Nabi Musapun turun kemudian hendak menyampaikannya kepada Iblis dan ketika bertemu dengan Iblis, Iblis bertanya kepada Nabi Musa : Hai Musa bagaimana kata Allah tentang permintaanku, Nabi Musa menjawab : "Alloh berpesan kepadaku agar kamu datang kekuburan Adam sujud dan menghormatinya.

Mendengar perkataan tersebut Iblis Geram dan marah kemudian berkata : " Hai Musa, Sewaktu Adam Hiduppun aku tak mau sujud dan menghormatinya, apalagi sekarang Adam sudah Mati.!! dengan membentak..!! kemudian Iblispun berkata dengan keras dan lantang "Hai Musa anak cucu Adam akan aku hancurkan dengan Tiga Perkara :

  1. Ketika mereka marah aku akan masuk kehatinya, mataku di matanya, hingga matanya bagaikan mata buta, dan aku berjalan diperedaran darahnya, hidungnya aku tiup supayatidak terasa apa yang dilakukan sebenarnya, hingga mereka tak sadar bahwa barang berat menjadi ringan, barang haram jadi kebanggaan, saudara menjadi musuh dan sebagainya. Maka itu itu Iblis sangat benci kepada orang-orang yang sabar dengan Ikhlas, sabar ketika ditimpa musibah, atau dicaci, hingga Allah mencintai orang-orang yang sabar dengan tidak tergesa-gesa.
  2. Ketika dia sedang di medan fisabilillah dia selalu teringat anak dan Istrinya bagaimana jika dia mati di medan perang,
  3. Ketika mereka duduk dengan perempuan yang bukan mahromnya aku dibelah dua, agar mereka melakukan perbuatan Zina dan Fitnah, karena perbuatan ini adalah Dosa besar, namun rasanya Nikmat luar biasa, mereka akan tergelincir terutama dengan perempuan yang terbuka auratnya serta bau-bauan harum menyejukkan hati mereka, terutama duduk dengan perempuan yang bersolek yang berstatus bersuami.
Demikian ancaman Iblis terhadap kita, karena itu harus kita berhati-hati dengan ancaman Iblis tersebut, karena Iblis mengharapkan kemurkaan Allah datang untuk kita. Sementara Nabi Musa merupakan Nabi yang tergolong Ulul Azmi (terlalu sabar dan rendah hati) dan mendapatkan Gelar Kalamullah karena mendapatkan wahyu Allah tanpa melalui perantara Malaikat Jibril, Bisa membelah lautan, bisa menghidupkan 70 orang mati pinsan digunung Tursina, mengalahkan orang-orang ahli sihir, Melawan Raja Fir'aun, namun Nabi Musa sendiri tergolong kaum yang Miskin secara materi beliau adalah pengembala kambing dalam masa 10 tahun, sering dihasud dan dihina oleh ummatnya.

Kisah Nabi Adam dan Iblis, Jin serta Malaikat


Nabi Adam As merupakan orang pertama yang diciptakan oleh Allah Swt atau manusia pertama yang diciptakan dengan tanah liat, jauh sebelum Nabi Adam diciptakan Iblis adalah makhluk yang diciptakan lebih tua dari Manusia pertama tersebut, Allah Swt terlebih dahulu memberitahu kepada para malaikat bahwa Aku jadikan pemimpin dimuka bumi bernama Adam dengan diberi bekal Ilmu pengetahuan yang luas, maka Allah Swt menciptakan Adam ditemani Malaikat, Iblis, Ular Bidadari, burok, Nabi dari tanah liat, malaikat diciptakan dari cahaya, Iblis diciptakan dari Api, Burok dan bidadari diciptakan dari nur malaikat, dan ular diciptakan dari bangsa Rohayatil Mai (air).
Allah memerintahkan semuanya menghormati Adam semua malaikat bersujud kecuali Iblis, dalam Kitab Tafsir Showwi Juz 3 Halaman 341, mereka bersujud pada Nabi Adam yakni Hari Jumat dari waktu duhur sampai Azhar sekitar 3 jam, namun Iblis belum juga sujud sampai matahari terbenam sampai pada esok harinya iblis belum juga sujud. Penjelasan kisah ini ada dalam surat Al-A'raaf ayat 11-18 yang artinya :
11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka pun bersujud kecuali iblis.  Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.
14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.
15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”
16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya”.

Kemudian hari sabtu berikutnya Iblis diusir dikeluarkan dari syurga, Iblis berdiam dibumi dan dimana tempat kecuali disyurga yang tidak diperbolehkan, Ahli riwayat mengatakan saat Allah memerintah Iblis untuk bersujud sebagian anak Iblis yaitu jin tak mau bersujud pula dan adajuga beberapa diantara mereka besujud, oleh karena itu mereka yang bersujud dinamakan Jin Muslim, kabarnya ada juga sampai sekarang mereka menimba ilmu agama kepada manusia, kepada para ulama-ulama yang berilmu tinggi  Misalnya Kiai Kriyan, Kiai Ilyas, (Mas Hanafi/Ki Jaha) Pemijen Cirebon, K. Abdul Muhyi Pamijahan, K.Kholil Madura dan banyak lagi, mereka tanya jawab dan berinteraksi akan tetapi murid yang lainnya tidak melihatnya.

Menurut ahli hikayat jin bisa melihat manusia, dan kita tidak bisa melihatnya begitu juga suaranya. Namun bagi para Nabi dan orang-orang yang dikehendaki Allah Swt. mereka mampu berintraksi dengan bangsa Jin. Oleh karena itu derajat Manusia tetap diatas derajat Jin, anehnya saat ini banyak orang yang meminta pertolongan kepada Jin, padahal itu adalah perbuatan Musyrik dan haram hukumya.